Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

Polisi Terus Selidiki Kasus Dugaan Penggelapan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno berfoto bersama ibu dan istrinya
Sandiaga Uno berfoto bersama ibu dan istrinya. (Istimewa)
Beritakepo.com. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono menegaskan alasan pihaknya menyelidiki kasus dugaan penggelapan yang menjerat Sandiaga Uno adalah murni penegakan hukum. Polisi mengusut kasus itu karena penyelidikan kasusnya dianggap belum selesai.

"Kalau kasus yang dulu diselidiki lagi kan boleh saja. Kalau (kasusnya) belum selesai boleh kan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3), dilansir CNN Indonesia. Argo menepis muatan politis dalam kasus yang dilaporkan oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya tersebut. Meskipun rentang waktu kejadian hampir lima tahun, Argo memastikan penyelidikan kasus ini bukan untuk menjegal Sandi yang maju dalam kontestasi Pilkada DKI 2017.

Dia menegaskan, setiap laporan masyarakat sudah seharusnya ditindaklanjuti polisi, termasuk laporan terhadap Sandi. "Pas kebetulan saja (momen Pilkada)," kata Argo singkat.

Sebelumnya, Edward melalui kuasa hukumnya, Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandi bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi pada Rabu (8/3) lalu. Keduanya dilaporkan atas tuduhan pidana penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten tahun 2012.

Baca juga: Sandiaga Uno Dipolisikan Edward Soeryadjaya, Kakak Angkatnya

"Penggelapan tanah kurang lebih satu hektare di Jalan Raya Curug," kata Fransiska beberapa waktu lalu.

Menurut Fransiska, kliennya berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan bersama Andreas dan Sandi pada Januari 2016. Namun Andreas dan Sandi tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut hingga saat ini.

"Terakhir saya coba hubungi Sandi lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi," kata Fransiska.

Tuduhan yang diajukan Fransiska kepada Andreas dan Sandi adalah pidana penggelapan sebagaimana diatur pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Di sisi lain, Sandi menyatakan mengenal Edward. Edward adalah anak dari pebisnis William Soeryadjaya yang merupakan guru Sandi dalam berbisnis. Beberapa kali Sandi juga sering konsultasi soal bisnis dengan Edward.

"Sabtu lalu kalau tidak salah tanggal 4 Maret, saya baru bertemu dengan Edward. Dia mengingatkan saya secara general mengenai masalah-masalah yang seperti ini," kata Sandi Senin lalu.

Kasus pencemaran nama baik akan dihentikan

Pada kasus lain, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim berencana menghentikan dugaan penceraman nama baik yang dilaporkan oleh Dini Indrawati Septiani, anggota Komunitas Jakarta Berlari.

"Bukti yang mengarah itu (pencemaran nama baik) enggak ada. Kasusnya juga mau di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan)," ujar Mustakim di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).

Mustakim mengatakan, kasus ini pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Namun penyelidik memutuskan untuk menghentikan proses penyelidikan kasus tersebut.

Sandi merupakan ketua Komunitas Jakarta Berlari. Dia diminta keterangan oleh pihak Polsek Metro Tanah Abang sebagai saksi hari ini. Sandi diminta keterangan selama 40 menit.

Sandi menyatakan telah memberikan keterangan bahwa saat kejadiaan dirinya tidak berada di lokasi. Bahkan ia tidak mengetahui perkara kejadian itu.

"Ada sekitar delapan sampai sembilan pertanyaan. Pertanyaan lebih seputar saya ada di mana saat kejadian dan mengerti atau tidak kejadian itu," kata Sandi usai memberi keterangan di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca juga: Kasus Sandiaga Terkait Perselingkuhan dengan Dini Indrawati Septiani?

Pemanggilan calon wakil gubernur nomor urut tiga ini terkait kasus yang dilaporkan Dini pada 7 November 2013 lalu. Dini melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh sesama anggota komunitas lari yang dipimpin Sandi.

Laporan yang dibuat Dini menyertakan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah. Peristiwa yang dilaporkan terjadi di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, pada 31 Oktober 2013.

Lift Jatuh di Blok M, Ini Daftar Nama 25 Orang Korban Luka

Lift jatuh di Blok M Square
Lift jatuh di Blok M Square. (Radio Elshinta)
Beritakepo.com. Diduga karena kelebihan muatan, sebuah lift jatuh di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017), sekitar pukul 12.45 WIB siang dan menyebabkan 25 orang terluka. Lift jatuh saat tengah mengangkut pengunjung dari lantai atas menuju ke bawah.

Abdul (33) memberikan kesaksian mengenai detik-detik saat lift di Blok M Square jatuh ke lantai basement (dasar). Saat itu Abdul berada di sekitar lokasi lift jatuh.

"Yang buka pintu itu yang bobol sekitar 5 orang, pakai tangan," ujar Abdul di lokasi kejadian di Blok M Square, Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat, seperti diberitakan Detikcom.

Abdul berkisah, saat itu dirinya hendak berjalan menuju lift. Seketika dia mendengar suara keras.

"Ya ada yang minta tolong-tolong dari lift langsung kita bukain aja," katanya.

Abdul bersama 5 orang warga lainnya kemudian langsung berusaha membuka lift dengan tangan. Saat lift terbuka, korban yang panik langsung berhamburan keluar.

"Setalah itu langsung dibuka karena langsung jebol, langsung pada keluar. Keluarnya juga pada yang injak-injakan, orang panik gitu," jelasnya.

Sempat terjadi desak-desakan antara korban yang berebut untuk keluar dari lift. "Ada yang sebagian bisa jalan ada yang juga kakinya sudah patah kan. Kalau yang parah bangat sekitar 5, kalau total (orang dalam lift) lebih dari 15," tutup Abdul.

Korban-korban lift jatuh di Blok M Square sudah dievakuasi dari lokasi. Mereka dibawa ke RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) dan Puskesmas Kebayoran Baru.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Ajun Komisaris Besar Teguh Wibowo, menjelaskan, pada saat kejadian, lift tersebut penuh sesak oleh 25 orang. Saat ini, seluruh penumpang lift itu tengah menjalani perawatan.

"Saat ini seluruh korban masih dalam penanganan tim dokter. Tidak ada korban jiwa, namun ada yang mengalami luka patah tulang," ujar Teguh kepada Warta Kota, Jumat siang. Adapun nama-nama korban lift jatuh tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tn.Sutoto ,40 thn
2. Tn.Salmudin ,33 thn
3. Tn.Bumi Suhartan ,31 thn
4. Nn.Diana ,18 thn
5. Nn.Hani Nurhasanah ,18 thn
6. Tn.Lesi ,25 thn
7. Shadiq Al beri ,41 thn
8. Tn. Ridwan ,48 thn
9. Tn. David Evan ,26 thn
10. Tn. Ari Budi Nugraha ,19 thn
11. Tn. Ade Gunawan 16 thn
12. Tn. Wisnu Panduwinata ,30 thn
13. Tn. Yasa ,41 thn
14. Nn. Nina azmia ,18 thn
15. Nn. Nadira Indriani ,18 thn
16. Tn. Afdal ,50 thn
17. Nn. Widyaningrum ,19 thn
18. Tn .Endang Supriatna ,28 thn
19. Tn. Sunardi ,21 thn
20. Tn. Subiri ,57 thn
21. Tn. Mahmud ,20 thn
22. Tn. Irfan irmansyah ,21 thn
23. Tn. Bagus pribadi ,19 thn
24. Tn. Indra nur Rahman ,24 thn
25. Tn. Suna Wijaya ,52 thn

"Untuk saat ini dokter tidak memperbolehkan korban atau pasien dimintai keterangan karena masih dalam penanganan," bilang Teguh.

Polisi Tangkap Seorang Member Grup FB "Official Loly Candy's 18+"

Admin grup FB Official Loly Candy's yang ditangkap
Admin grup FB Official Loly Candy's yang ditangkap. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali menangkap satu orang terkait pornografi anak Loly Candy's. Pelaku diketahui sebagai member dalam akun grup Facebook tersebut.

"Sudah ditangkap satu orang lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan tersangka yang ditangkap adalah selaku member.

"Dia itu member-nya, yang meng-upload konten foto dan video porno anak di bawah umur ke grup Facebook tersebut," kata Wahyu.

Tersangka ditangkap di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (16/3) kemarin. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya.

"Nanti saja lengkapnya, nanti mau dirilis," imbuh Wahyu.

Dengan ditangkapnya tersangka itu, total tersangka saat ini sudah lima orang. Dua di antaranya dititipkan di Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur, karena di bawah umur. Dari empat tersangka yang sudah ditangkap, diketahui dua tersangka bernama M Bachrul Ulum alias Wawan alias Snorlax (25) dan DF alias T-Day (17), melakukan kekerasan seksual terhadap sedikitnya 12 anak di bawah umur. Dari 12 anak di bawah umur, polisi telah mengidentifikasi 8 korban di antaranya.

Tidak hanya melakukan kekerasan seksual, keduanya juga merekam video saat melakukan aksinya itu lalu membagikannya kepada para member. Mereka juga tergabung dengan grup pedofil jaringan internasional, yang saling bertukar konten pornografi anak-anak di bawah umur.

Gamawan Bohong, Honor Rp 5 Juta per Jam Tak Sesuai Permenkeu

Gamawan Fauzi saat bersaksi di sidang kasus e-KTP
Gamawan Fauzi saat bersaksi di sidang kasus e-KTP. (Liputan6.com)
Beritakepo.com. Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/3), mantan Mendagri Gamawan Fauzi mengaki mendapat Rp 50 juta terkait proyek e-KTP. Menurutnya, uang tersebut merupakan honornya sebagai pembicara saat masih menjabat Mendagri.

"Saya baca disebut-sebut terima Rp 50 juta untuk lima daerah. Saya perlu clear-kan, Yang Mulia, karena banyak yang bertanya kepada saya. Uang itu honor saya pembicara, Yang Mulia, di lima provinsi," kata Gamawan, kemarin, seperti dilaporkan Detikcom.

Gamawan lalu menjelaskan, saat menjadi menteri, dia mendapatkan honor Rp 5 juta per jam. Menurut Gamawan, hal itu sesuai dengan aturan.

"Karena menurut aturan, 1 jam menteri bicara itu Rp 5 juta. Kalau saya bicara 2 jam, Rp 10 juta. Saya menerima komisi, jadi itu honor resmi, saya tanda tangani. Bukan uang dikasih, uang operasional saya, Yang Mulia," ujar Gamawan.

Baca Juga: Gamawan Fauzi: Jika Terima Duit e-KTP Saya Dikutuk Allah SWT

Gamawan menjabat Mendagri pada periode 2009-2014. Entah aturan mana yang dimaksud Gamawan. Proyek e-KTP sendiri merupakan proyek multiyears dari 2010-2012.

Mengacu pada Permenkeu Nomor 36 Tahun 2012, yang merupakan perubahan atas Permenkeu Nomor 84 Tahun 2011 tentang standar biaya tahun anggaran 2012, honor menteri sebagai pembicara adalah Rp 1,5 juta. Dalam aturan tersebut tak dijelaskan apakah Rp 1,5 juta tersebut untuk satu jam atau sekali menjadi pembicara.

Dalam surat dakwaan KPK, mantan Dirjen Dukcapil Irman, yang kini telah duduk sebagai terdakwa, menerima aliran uang Rp 876.250.000, USD 73.700, dan SGD 6.000. Uang itu disebut digunakan untuk membiayai kepentingan pribadi dan diberikan kepada beberapa orang, termasuk Gamawan. Gamawan disebut menerima uang Rp 50 juta dari Irman itu pada saat kunjungan kerja di Balikpapan, Batam, Kendari, Papua, dan Sulawesi Selatan.

40 Perawat Honorer Dan K2 Perwakilan Pati Pulang Membawa Senyuman

MOKI, PATI-Satu rombongan perawat honorer dan K2 yang mewakili Kabupaten Pati ikut bergabung dengan rekan-rekannya dari seluruh Indonesia menyampaikan aspirasi di gedung DPR-RI menuntut hak diangkat sebagai pegawai ASN tanpa syarat sesuai dengan pengabdian selama ini mereka kerjakan sudah kembali sampai di Pati dengan selamat. Rombongan yang mencater bus Kalingga Jaya ini tiba di Pati pukul 05.00 Wib di halaman Stadion Joyokusumo. Jum'at, 17/3/2017.

Dengan perjuangan yang cukup melelahkan mewakili rekan-rekan perawat honorer dan K2 ikut bergabung menyampaikan aspirasi di gedung DPR-RI agar diangkat sebagai pegawai ASN sesuai dengan tugas dan kerja yang cukup berat. Karena perawat honorer dam K2 dengan modal sekolah biaya mahal dengan pengabdian selama 10-15 Tahun ditambah tanggungjawab terhadap pasien cukup berat, hanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 500.000/bulan.

Saat mereka di Jakarta menyampaikan aspirasinya, dari perwakilan perawat honorer dan K2 Seluruh Indonesia tersebut ditemui oleh Komisi 2 dan Wakil Ketua DPR-RI Fadly Zon mendapat harapan angin segar. Semua perawat honorer dan K2 dijanjikan akan diangkat sebagai pegawai ASN tanpa syarat dengan mekanisme melalui Pemerintah daerah. 

Kordinator lapangan rombongan perawat honorer dan K2 Kabupaten Pati Eko Purnomo kepada KabarInvestigasi mengatakan,"Alhamdulilah, dengan Rahmat Allah dan perjuangan kami perawat honorer dan K2 yang sudah mengabdi 10-15 Tahun dengan tanggungjawab terhadap pasien yang sangat berat, saat melakukan menyampaian aspirasi di DPR-RI, suara kami didengar oleh Komisi 2 dan Wakil DPR-RI Fadly Zon, kami dijanjikan seluruh perawat honorer dan K2 akan diangkat sebagai pegwai ASN tanpa syarat dengan mekanisme melalui Pemerintah Daerah masing-masing,"jelasnya.

"Jadi, kami pulang dengan rasa syukur dan senyuman atas segala upaya, sampai akhirnya suara kami didengar oleh DPT-RI,"Eko Purnomo menambahkan. (Aris)

Kamis, 16 Maret 2017

Penyambutan Pimpinan Baru Jajaran Polres Pati

MOKI, PATI-Jajaran Kepolisian Resort Pati melakukan penyambutan Pimpinan Kapolres baru di Mako Polres dengan adat upacara penyambutan dan penyerahan kunci gedung Polres dari Pimpinan yang lama AKBP Ari Wibowo, S.ik Kepada Piminan yang baru AKBP Maulana Hamdan, S.ik. Jum'at, 17/3/2017. Pukul, 08.00 Wib.

Pergeseran pucuk Pimpinan Polres Pati ini sudah dilakukan pelantikan kemarin di Polda Jateng yang dilakukan oleh Kapolda Irjen Pol Condro Kirono, Kapolres Pati yang lama AKBP Ari Wibowo, S.ik bergeser ke Polda Jatim sebagai Kepala Bagian Pembinaan dan Karir dan AKBP Maulana Hamdan, S.ik yang sebelumnya menduduki Kapolres Kendal bergeser menjadi Kapolres Pati.

Terhitung mulai hari ini Polres Pati resmi dipimpin Kapolres Baru AKBP Maulana Hamdan, S.ik, penyambutan Kapolres baru tersebut dilakukan upacara penyamburan di halaman depan Mako Polres sebagai tanda selamat datang dengan ditandai penyerahan kunci Mako Polres oleh AKBP Ari Wibowo, S.ik diberikan kepada AKBP Maulana Hamdan, S.ik.

Bagi AKBP Ari Wibowo, S.im Pimpinan baru Polres Pati bukan orang asing karena mereka berdua satu letting di Sespim. Karena itu mereka terlihat sangat akrab saat memasuki ruang Pimpinan dan bercengkrama.

Dalam sambutannya kepada Anggota Jajaran Polres Pati, AKBP Ari Wibowo, S.ik  mengatakan,"Terima kasih Kepada seluruh Anggota dijajaran Polres Pati yang selama ini sudah menjadi bagian dari keluarga, bila ada kurang dari diri saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk Kamtibmas di wilayah Kabupaten Pati sudah sangat baik, semoga AKBP Maulana Hamdan, S.ik sebagai Pimpinana baru Polres Pati bisa membawa Kabupaten Pati lebih baik lagi. Mari kita menjaga hubungan silahturami dan selalu solidkan Korp Kepolisian,"ujarnya.

Kapolres Baru AKBP Maulana Hamdan, S.ik juga menyampaikan terima kasihnya atas penyambutan yang dilakukan oleh Jajaran Polres Pati dan akan meneruskan program-program Kapolres lama, terutama selalu menjaga Kamtibmas di wilayah Polres Pati. (Aris)


Rakyat Aceh Rela Mati Demi Agama Hadapi Ancaman Biksu Radikal Myanmar

Terkait ancaman dari tokoh Buddha radikal asal Myanmar Ashin Wirathu  terhadap Aceh akibat diterapkan hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh. Sejumlah masyarakat siap menerima tantangan sang radikal tersebut.
Rakyat Aceh Rela Mati Demi Agama Hadapi Ancaman Biksu Radikal Myanmar
"Pas sekali ancaman itu, karena kami sudah lama menunggu perang dengan tokoh radikal yang membasmi muslim Rohingya itu, dan kami siap perang dengan mereka," tutur salah seorang di warkop Ulee Kareng Banda Aceh.

Bukan hanya dii sejumlah warung jadi perbincangan ancaman Tokoh Budha tersebut, bahkan di jejaring sosialpun menjadi heboh bahkan siap jihad para pemuda yang ada di Aceh untuk melawan

Menurut para sumber, Rakyat yang diindentik dengan karakter militer jangan sekali-kali memancing ancaman, karena tampa dijual rakyat Aceh siap untuk dibeli, dan Aceh dari dulu hobi dengan perang, apa lagi membela Islam, rakyat Aceh rela mati demi Agama.

Diberitakan sebelumnya, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.

“Tidak ada satu pun umat Buddha yang dianiaya kecuali kami akan membalasnya, ” tuturnya. 
sumber: https://goo.gl/n2DL0G

Kenapa Justru Malaysia Yang Lebih Respect Atas Ancaman Biksu Bengis Ketimbang Jokowi dan Para Mentrinya?

Pasca tempo melakukan framing berita yang menyudutkan umat islam atas pelaksanaan hukuman cambuk warga aceh yang ketahuan melakukan judi, dimanya yang bersangkutan memang dikabarkan non-muslim. Ternyata tempo menggunakan framing berita ini mendongkrak reader  dengan melakukan framing, namun setelah mendapat kritik judul beritanya langsung diganti.
Kenapa Justru Malaysia Yang Lebih Respect Atas Ancaman Biksu Bengis Ketimbang Jokowi
Nampkanya apa yang dilakukan wiratu yang langsung bereaksi atas pelaksanaan hukuman tersebut disebut sebut pengaruh dari pemberitaan tempo, pasalnya hanya tempo yang memberitakan dengan bahasa yang profokasi.

Akan tetapi ancaman biksu buddha tersebut, ditanggapi serius oleh perdana mentri malaysia, yang langsung bereaksi balik atas upaya wiratu yang mengancam akan menyerbu umat islam aceh.

Wiratu memang terkenal bengisnya membantai umat islam rohingya dengan membabi buta, mengusir umat islam dari rumah mereka dan melakukan pembantaian atau genoside.

Hal yang amat disayangkan, kenapa justru malaysia yang cepat dan respect terhadap umat islam aceh, dimana para penguasa negri ini. Kenapa kehadirannya tidak dirasakan oleh umat islam dinegri ini, saat kondisinya diancam oleh sekelompok buddha.

Banyak netizen menyayangkan sikap pemerintah yang abai terhadap ancaman biksu buddha tersebut, setidaknya memberikan pernyataan balik kan bisa, tapi hal itu tidak dilakukan.

Netizen mengungkapkan kekecewaannya terhadap abainya pemerintah, nampaknya pemerintah sibuk bela kepentingan ahok dan aseng, serta sibuk berupaya menutupi boroknya sendiri yang kalo tidak ditutupi dengan rapat akan ketahuan. Mulai dari skandal ahok, korupsi besar-besaran papa minta KTP. Membela mati-matian mereka para pelaku korupsi agar tidak terbongkar, karna mereka punya jasa besar terhedap rezim penguasa sekarang.

Sebagai contoh novanto, ia yang harusnya dijebloskan kepenjara atas kasus papa minta saham, tapi dia siap pasang badan namanya hancur dalam skandal tersebut demi bela jokowi. Tentu hal ini merupakan jasa besar bagi jokowi untuk membalas jasanya.

Ironi penguasa negri ini, mereka tidak memiliki rasa cinta terhadap islam dan umatnya, mereka sibuk mengurusi kepentingan dan kroni-kroninya demi membela sang majikan tercinta, sementara urusan rakyat dan umatnya dia abaikan begitu saja seolah tak terjadi apa-apa.

Disinilah letak bobroknya penguasa negri ini, sistem yang bobrok sungguh sangat memberikan keuntungan untuk mereka mengumpulkan pundi-pundi pribadi dan menjadi jongos asing dan aseng, naudzubillah.

Saatnya umat islam bersatu dibawah bendera tauhid dan dibawah kepemimpinan islam dan sistem yang berasal dari alqur'an dan sunah dengan dipimpin oleh pemimpin yang amanah yang mencintai rakyat dan dicintai rakyat.
sumber: http://ift.tt/2nKSFoa

Menteri Malaysia: Budha Wirathu Nekat Ke Aceh, Rudal Kami Menyambut Duluan

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).
Menteri Malaysia: Budha Wirathu Nekat Ke Aceh, Rudal Kami Menyambut Duluan
Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat Perdana Menteri Najib Razak ini menambahkan bahwa sejarah peperangan Aceh saat melawan Belanda adalah salah satu perang paling lama di dunia.

”Keberanian rakyat Aceh sudah tercatat dalam sejarah dunia. Perlawanan mereka melepaskan diri dari penjajahan Belanda adalah salah satu perang terlama di dunia,” lanjutnya.

Kebakaran Hanguskan 7 Pintu Rumah Milik Oknum Wartawan Citra Aceh

MOKI, Langsa-Aceh. Ratusan warga berhamburan keluar rumah akibat terjadinya kebakaran setelah Sholat Isya, sekira pukul 19.30 WIB di Gampong Mutia, Kecamatan Langsa Kota.

Kebakaran tersebut begitu cepat yang kebetulan, sebelum terjadinya kebakaran arus PLN Kota Langsa diduga sedang dalam pemadaman listrik sejak pukul 18.00 WIB, kebakaran rumah yang meratakan dengan tanah setelah Sholat Isya yang begitu cepat, yakni rumah tersebut di bangun berdempetan dari bahan bangunan kayu papan, Kamis (16/3/2017).

Menurutnya salah seorang warga Gampong Mutia, Bahagia yang dihimpun media ini dirinya menjelaskan, sumber api tidak diketahui berasal dari mana, setahunya kebakaran itu meludeskan 7 pintu rumah, sesudah Sholat Isya habis waktu magrib, lantaran saat itu di duga pihak PLN Kota Langsa sedang adanya pemadaman arus litrik, saat kebakaran kami semua warga berhamburan melihat api bertambah besar, rupanya yang terbakar itu rumah milik oknum Wartawan Citra Aceh" Katanya.

Sementara keterangan dari warga sekitar yang namanya tidak ingin disebutkan, pemilik rumah Abdul Thaleb sudah lama jarang dirumah bersama keluarganya, setahunya mereka menempati rumah di Lhok Bani, Kecamatan Langsa Barat, sambilan membuka usaha jualan disana sedangkan rumah ini di tempati oleh pihak keluarganya yang lain sebelum kebakaran.

"Pantauan Media ini, kebakaran tersebut Pemko Langsa mengerahkah dua unit Mobil Pemadam Kebakaran, sebagai anti reaksi cepat dalam melakukan penyiraman api, yakni agar api tidak meluas karena keberadaan rumah penduduk sangat berdekatan, musibah yang dialami Wartawan Citra Aceh, kerugian harta benda di tafsir mencapai ratusan juta rupiah tanpa satupun bisa diselamatkan.(Rusdi Hanafiah).

Kapolres Grobogan Yang Baru, Blusukan Menyapa Masyarakat

MOKI, GROBOGAN - Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano SIK MSI MM yang belum genap seminggu bertugas di Grobogan, tidak canggung blusukan menyapa warga Kabupaten Grobogan, Hal tersebut dilakukan AKBP Satria seusai mengecek Rumah Dinas yang akan ditempatinya. Dengan masih memakai pakaian dinas resmi, AKBP Satria langsung berjalan kaki menyusuri jalan raya dan menyapa setiap orang yang ditemuinya. Bahkan sampai tukang becak diajaknya ngobrol.

Kapolres Grobogan yang baru AKBP Satria Rizkiano SIK MSI MM Kamis ( 16/3/2017 ) mengatakan “Tadi saya ketemu Bapak pengayuh becak yang sedang mangkal di Jalan. Bhayangkara, saya ajak mereka ngobrol sekaligus kulonuwun pada warga grobogan,” ujarnya.

Salah satu seorang tukang pengayuh becak, Tedjo (54) mengaku kaget ketika tahu yang mengajaknya ngobrol adalah Kapolres Grobogan yang baru. “Ga nyangka itu Kapolres, semoga bisa betah di Grobogan dan membuat Grobogan aman,” kata Tedjo.

Dalam kegiatan menyapa masyarakat yang dekat dengan kediaman rumah dinasnya di Jalan. Bhayangkara bisa menjadikan salah satu kegiatan yang bertujuan menjadikan kegiatan menyapa masyarakat untuk lebih dekat antara aparat Kepolisian dengan Masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah tengah masyarakat Kabupaten Grobogan, khususnya masyarakat Kota Purwodadi. ( Miftakh )

Fahri Hamzah Klaim Pernah Menolak Tawaran Uang dari Nazaruddin

Fahri Hamzah klaim tolak uang dari Nazaruddin
Fahri Hamzah klaim tolak uang dari Nazaruddin. (Kumparan.com)
Beritakepo.com. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut pernah ditawari uang oleh eks Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Fahri mengatakan ia ditawari uang oleh Nazaruddin ketika menjadi pimpinan Komisi III DPR.

"Saya kan sering ulang di mana-mana, Nazaruddin kalau soal nawarin uang itu banyak yang ditawrarkan uang sama dia. Saya juga karena pimpinan Komisi III. Dia pernah nawarin uang," kata Fahri saat menghadiri diskusi soal kasus korupsi e-KTP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/3), seperti diberitakan Kumparan.com.

Fahri mengatakan saat itu ia menolak tawaran Nazaruddin. Menurut dia, kasusnya akan berbeda jika saat itu, ia menerima uang yang ditawarkan Nazaruddin.

"Tentu saya nolak dengan cara baik tapi kalau enggak, sekarang dia bernyanyi kan. Itu masalahnya," lanjutnya.

Ucapan Fahri berbanding terbalik dengan pernyataan yang pernah dikatakan Nazaruddin saat ia diperiksa diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana, Bali, dan kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet di Sumatra Selatan pada Jumat (5/2/2016).

"Seperti tadi ditanya ada uang dari Permai itu, seperti yang dibilang Yulianis (anak buah Nazar) ke Pak Fahri," ujar Nazar di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016), seperti diberitakan metrotvnews.com.

Namun, suami Neneng Sri Wahyuni ini tak merinci terkait proyek apa yang dikerjakan oleh perusahaan miliknya itu. Menurut dia, penyidik hanya memintanya untuk membuka nama-nama yang diduga menerima dana segar dari perusahaan miliknya tersebut.

"Ya saya sekarang kan lagi diminta sama KPK, jadi saya jelaskan seperti tadi Mirwan Amir (mantan Wakil Ketua Banggar DPR RI), Muhaimin (mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) dan ada banyak lagi," kata dia.

Isu Fahri Hamzah menerima fulus memang sempat terbongkar dalam sidang terdakwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 18 Agustus 2014. Hal itu diungkapkan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis.

Pernyataan itu muncul saat salah satu pengacara Anas, Handika Honggowongso, menanyakan perihal adanya inisial FAH dalam catatan keuangan Permai Group. Yulianis menjelaskan bahwa pertanyaan yang sama pernah diajukan oleh penyidik kepadanya.

"Kejadiannya waktu itu adalah saya dipanggil Pak Nazar ke lantai 7 di Tower Permai di Mampang. Saya dipanggil sama Pak Nazar disuruh bawa uang USD25 ribu. Setelah sampai di atas itu ada Pak Fahri Hamzah," kata Yulianis.

Dia menambahkan, awalnya dia tidak mengetahui siapakah Fahri Hamzah. Dia baru mengetahuinya dari media televisi. "Tapi, setelah melihat di TV, saya tahu itu Pak Fahri yang dari PKS," ujar Yulianis.

Yulianis mengatakan, pada saat pertemuan itu, Fahri tidak banyak berbicara. Menurut dia, uang yang disimpan di dalam amplop itu, hanya disimpan di meja di depan Fahri.

Yulianis sempat meminta Fahri untuk menandatangani tanda terima dalam kas keluar sebagai catatan, namun Fahri hanya tersenyum. Karena tidak ditanggapi, Nazar kemudian berinisiatif untuk menandatangani kas tersebut.

"Sama Pak Nazar itu ditandatangani, cuma dicoret-coret saja," ucap Yulianis.

Dia lalu menanyakan kepada Nazar mengenai keperluan pengeluaran uang tersebut. "Catat saja itu DP pembelian mobil. Tidak terkait dengan proyek," kata Yulianis menirukan perkataan Nazar.

Hal tersebut sempat dibantah Fahri. Dia mengatakan tak mengetahui secara pasti namanya disebut ikut menerima uang oleh Yulianis dari perusahaan milik M. Nazaruddin itu.

"Saya belum tahu persis seperti apa beritanya dan saya tidak merasa punya hubungan apapun dengan Yulianis dan Nazar. Apalagi soal uang," kata Fahri Senin, 18 Agustus 2014.

Gamawan Fauzi: Jika Terima Duit e-KTP Saya Dikutuk Allah SWT

Gamawan Fauzi usai diperiksa di KPK
Gamawan Fauzi usai diperiksa di KPK. (ANTARA FOTO)
Beritakepo.com. Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi membantah telah menerima uang terkait korupsi proyek KTP elektronik (KTP-e) senilai 4,5 juta dolar AS dan Rp50 juta.

"Satu rupiah pun saya tidak pernah menerima Yang Mulia. Demi Allah, saya kalau mengkhianati bangsa ini menerima satu rupiah, saya minta didoakan seluruh rakyat Indonesia, jika menerima saya dikutuk Allah SWT," kata Gamawan saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus proyek KTP-e di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3), dilansir Kumparan.com.

Hal ini diungkapkan Gamawan ketika menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim John Halasan saat memimpin sidang. "Terkait dengan program KTP-E, apakah saudara pernah menerima sesuatu?" tanya hakim John Halasan kepada mantan Mendagri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Tentang uang Rp50 juta, Gamawan mengaku bahwa itu honor sebagai pembicara di lima provinsi. "Saya baca disebut-sebut terima Rp50 juta untuk lima daerah. Saya perlu clear-kan, Yang Mulia, karena banyak yang bertanya kepada saya. Uang itu honor saya pembicara, Yang Mulia, di lima provinsi," kata Gamawan.

Mendagri yang menjabat pada 2009-2014 ini mengatakan bahwa honor tersebut sesuai aturan yang berlaku, dimana tiap jamnya diberi honor Rp5 juta.

"Saya bicara dua jam tiap provinsi," kata Gamawan.

Dalam dakwaan disebut bahwa Gamawan menerima disebut menerima 4,5 juta dolar AS dan Rp 50 juta terkait proyek sebesar Rp5,9 triliun ini.

Namun Gamawan Fauzi mengaku menerima uang dari seorang wiraswasta bernama Afdal Noverman. Uang itu disebut Gamawan sebagai pinjaman untuk biaya operasi di Singapura.

Hal itu terungkap ketika jaksa KPK menanyakan tentang penerimaan uang itu kepadanya. Gamawan mengaku saat itu kehabisan uang.

"Saya waktu itu pinjam uang, karena saya kan operasi kanker di Singapura. Saya kehabisan uang waktu itu karena obatnya sangat mahal, saya pinjam," ucap Gamawan saat menjawab pertanyaan jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Jaksa lalu bertanya berapa jumlah uang yang dipinjam tersebut. Gamawan mengaku meminjam Rp 1 miliar dan dilaporkan ke LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).

"Rp 1 miliar. Itu saya pinjam dan saya masukkan ke LHKPN saya," sebutnya.

Dalam surat dakwaan KPK untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, tercantum pula penerimaan uang dari Afdal Noverman ke Gamawan Fauzi. Namun besaran uangnya berbeda dengan yang disampaikan Gamawan. Uang yang diberikan Afdal disebut jaksa berasal dari Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang berperan dalam proses anggaran dan lelang.

"Selain memberikan sejumlah uang kepada Terdakwa II (Sugiharto, pada bulan Maret 2011, Andi Agustinus alias Andi Narogong juga memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui Afdal Noverman sejumlah USD 2.000.000 dengan maksud agar pelelangan Pekerjaan Penerapan KTP berbasis NIK secara Nasional (KTP Elektronik) tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi," tulis jaksa KPK dalam surat dakwaan.

Heboh di Medsos, Video 'Adu Banteng' 2 Truk di Kebumen

Adu banteng dua truk di jalanan Kebumen
Adu banteng dua truk di jalanan Kebumen. (Youtube)
Beritakepo.com. Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh video 'adu banteng' dua truk di jalan raya karena kedua sopir tak mau mengalah. Video berdurasi 2:50 menit yang diunggah oleh 'Masbro TV' via Youtube ini, sudah ditonton lebih dari 42.230 kali. Video itu berjudul 'TRUK ADU BANTENG Rebutan Jalan & Tidak Ada Yang Mengalah (Jangan di Tiru)'.

Belum diketahui apa yang terjadi dengan dua sopir teruk tersebut hingga akhirnya menyulut keduanya untuk melakukan 'adu banteng'. Dua sopir truk tersebut mengadu dua kendaraan masing-masing persis seperti adu banteng.

Kejadian 'adu banteng' itu persis terjadi di tengah jalan. Hal itu membuat para pengendara lain yang berada di jalan tersebut menyingkir. Bahkan ada yang berteriak memanggil polisi.

Dalam video tersebut, semua pengendara motor menyingkir, truk berwarna hitam terus menancap gas hingga truk lainnya terdorong dan terhenti setelah masuk ke sawah. Padahal banyak warga sudah melerai, tapi sang supir tidak peduli.

Seorang polisi menggunakan sepeda motor langsung mengamankan sang sopir.

Kapolsek Karangsambung AKP Kawan Panjaitan membenarkan adanya kejadian itu. Insiden 'adu banteng' itu terjadi di jalan utama yang menghubungkan Karangsambung-Kebumen pada Minggu (5/3) lalu pada pukul 13.30 WIB.

"Memang benar ada kejadian itu. Kami amankan saat itu dan sudah didamaikan," kata Kawan, seperti diberitakan Detikcom.

Kawan Panjaitan mengatakan insiden itu bermula saat dua sopir truk berpapasan di jalan. Sopir truk hitam bernama Aziz dan truk biru, Saduki.

Kedua sopir tersebut ternyata sudah saling mengenal. Saduki mengingatkan Aziz karena memarkir truk di jalur yang tidak semestinya. Sedangkan Aziz saat itu sedang akan menurunkan peralatan musik dari bak truk.

"Diingetin sama Saduki malah marah. Bukan cuma marah tapi bentak-bentak," ujarnya.

Adu mulut antara Saduki dan Aziz terjadi dalam posisi samping-sampingan, masing-masing berada di ruas jalur yang berbeda dalam posisi berhadapan. Momen adu mulut ini membuat warga geram. Salah satu warga akhirnya merekam momen ini dengan mengambil video melalui ponsel miliknya.

"Ada warga yang geram dan mengambil video," kata AKP Kawan.

Tak selesai di adu mulut, Saduki dan Aziz lantas mengadu dua truk yang mereka sopiri. Kepulan asap terlihat dari dua mobil.

"Ada warga yang mencoba melerai dan meminta dilanjutkan saja ke polisi. Tapi Aziz nggak mau. Malah adu truk," kata AKP Wawan.

Setelah beberapa lama, akhirnya truk biru yang disopiri Saduki terdorong mundur sampai ke pinggir sawah. Tak lama kemudian anggota polisi mengamankan keduanya.

Simak videonya di bawah ini.

Bandingkan dengan Ahok, Sandi: Tak Ada Konglomerat Lirik Kampanye Kami

Anies-Sandiaga mendapat dukungan dari Hary Tanoe
Anies-Sandiaga mendapat dukungan dari Hary Tanoe. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan dirinya kerja keras dalam kampanye di Pilgub DKI. Sandiaga mengaku tidak didukung oleh para konglomerat dalam pendanaan kampanyenya.

"Saya kampanye beda sekali dengan gubernur petahana, beliau bisa sosialisasi KJP lewat agenda pemda. Saya beda, kampanye sangat sulit sekali. Bahkan sampai kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Karena nggak ada konglomerat yang lirik kita," kata Sandiaga pada sambutannya dalam pertemuan dengan Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Betawi di restoran Al-Jazeerah, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Sandiaga mengatakan banyak yang meremehkan dirinya pada saat pertama kali mencalonkan diri. Namun, dia mengaku dengan kerja keras dapat mengejar ketertinggalan tersebut.

"Awal-awal perjuangan siapa sih yang nggak tahu gubernur superman itu. Elektabilitasnya ada di atas 60 persen. Dibilang nggak mungkin akan ada yang ngalahin. Tapi kita pelan-pelan dengan step by step kita makin tinggi. Per hari ini kita dalam survei internal sudah sembilan poin lebih tinggi dari dia," katanya.

Sandiaga mengaku telah bertemu dengan beberapa investor pada putaran kedua kali ini. Kepada para pengusaha, Sandiaga menjanjikan stabilitas keamanan bagi usaha mereka di Jakarta.

"Saya lihat kemarin bertemu pada investor luar, mereka kaget dengan survei. Para pengusaha mulai membikin jembatan. Kami yakinkan tenang, Jakarta akan tetap aman, program kami bagus, ekonomi akan lebih maju. Kita bukan hanya mempersatukan masyarakat menengah ke atas tapi juga menyentuh masyarakat menengah ke bawah," katanya.

Dikawal Massa FPI, Rizieq Melayat ke Rumah Duka KH Hasyim Muzadi

Habib Rizieq di rumah duka KH Hasyim Muzadi
Habib Rizieq di rumah duka KH Hasyim Muzadi. (Detikcom)
Beritakepo.com. Habib Rizieq Syihab datang ke Ponpes Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, untuk melayat di rumah duka KH Hasyim Muzadi di Jl H Amat, Kukusan, Beji, Depok. Imam besar FPI tersebut tiba sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (16/3/2017). Ia datang dengan pengawalan ketat dari sejumlah anggota FPI yang datang bersamanya.

Sempat agak ramai karena penjagaan tersebut, Rizieq lalu mengingatkan pengawalnya untuk tidak berlebihan. Dia sempat 'cipika-cipiki' dengan kerabat Kiai Hasyim.

Rizieq pun langsung masuk ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka kepada keluarga Kiai Hasyim. Sejumlah tokoh juga sudah berdatangan. Tokoh-tokoh itu antara lain Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dan anggota Wantimpres Abdul Malik Fajar.

Selain itu, tampak datang ke rumah duka istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid. Para pelayat bukan hanya santri-santri, tapi juga warga sekitar.

Namun, untuk sementara, jalan yang berada di dekat kompleks Ponpes Al-Hikam ditutup menjelang kedatangan jenazah Kiai Hasyim. Pemakaman dilakukan dengan upacara militer. Saat berita ini diturunkan, jenazah KH Hasyim Muzadi sudah disalatkan. Jenazah kemudian akan dibawa ke areal pemakaman yang telah disiapkan.

Jokowi Unggah Foto Kenangan Oleskan Minyak Kayu Putih ke Kaki Hasyim Muzadi

Jokowi mengoleskan minyak kayu putih ke kaki KH Hasyim Muzadi
Jokowi mengoleskan minyak kayu putih ke kaki KH Hasyim Muzadi. (Facebook)
Beritakepo.com. Berduka atas meninggalnya ulama besar Indonesia, KH Hasyim Muzadi, Presiden Jokowi mengunggah salah satu momen bersama tokoh Nahdlatul Ulama itu di akun Facebook miliknya pada Kamis (16/3/2017).

Jokowi mengunggah satu foto kedekatannya dengan KH Hasyim Muzadi. Dalam foto itu, keduanya memakai baju berwarna senada, kemeja putih dengan celana kain hitam. Bedanya, KH Hasyim mengenakan kopiah hitam, sedangkan Jokowi tidak.

Jokowi dan KH Hasyim Muzadi duduk di salah satu kursi panjang berwarna merah. KH Hasyim tampak memegang botol minyak kayu putih. Sedangkan Jokowi tampak baru saja mengoleskan minyak kayu putih itu ke kaki KH Hasyim. Sedangkan KH Hasyim, yang memakai peci hitam, mengangkat bagian celananya yang dipegang Jokowi.

Foto itu diambil pada 2014. Dalam statusnya itu, Jokowi menyebut foto tersebut merupakan dokumentasi pribadi.

Jokowi juga mengungkapkan dukacitanya atas kepergian pemimpin Ponpes Al-Hikam itu. Dia mengatakan bangsa Indonesia kehilangan salah satu ulama penjaga kebinekaan.

Berikut isi tulisan Jokowi di FB.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi di kediamannya di Malang, pagi tadi.

Bangsa ini kehilangan salah satu ulama, guru, penjaga terdepan kebhinekaan. Seorang tokoh yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk agama dan bangsanya. Ia pernah memimpin Nahdlatul Ulama seraya terus mengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, dan sampai akhir hayatnya masih menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Sungguh, saya sangat kehilangan. Semoga almarhum Kiai Hasyim Muzadi beroleh tempat nan lapang di sisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan tetap tegar dan tabah.

Selamat jalan, Kiai Hasyim ...

Ini Alasan Rini Soemarno Tunjuk Elia Massa Manik Jadi Dirut Pertamina

Elia Massa Manik resmi jadi Dirut Pertamina
Elia Massa Manik resmi jadi Dirut Pertamina. (Kompas.com)
Beritakepo.com. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) hari ini memutuskan untuk mengangkat Elia Massa Manik menjadi Direktur Utama. Keputusan tersebut diambil oleh pemerintah sebagai pemegang saham.

Padahal pada saat pencopotan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang, para Dewan Komisaris diusulkan untuk mencari sosok yang akan direkomendasikan kepada pemerintah lewat Menteri BUMN, Rini Soemarno. Dewan Komisaris Pertamina pun mengusulkan salah satu direksi untuk mengisi kekosongan pucuk pimpinan Pertamina, namun usulan itu ternyata ditolak. "Dewan Komisaris itu hanya bisa mengusulkan dari anggota direksi yang ada di Pertamina. Kita tidak bisa usulkan di luar Pertamina. Nah, pemegang saham kan punya perspektif. Karena mereka punya 140 BUMN. Itu kelebihannya Menteri BUMN bisa melihat, dari apa yang diusulkan Dewan Komisaris ada yang lebih cocok. Bukan lebih baik loh, tapi lebih cocok. Inilah yang keluar dari pengamatan dan pemilihan pemegang saham," kata Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3/2017), dilansir Detikcom.

Sayangnya Tanri enggan menyebutkan siapa yang diusulkan oleh Dewan Komisaris. Kendati begitu dia mengaku puas dengan pilihan pemerintah. Menurutnya Elia memiliki karakter yang tepat dan dibutuhkan untuk memimpin Pertamina. Sehingga dirinya yakin, Elia bisa membawa Pertamina menjadi BUMN yang lebih baik.

"Kalau kamai melihat track record-nya dan apa yang disampaikan, menurut saya sudah sangat tepat. Katakanlah karakter, skill dan kepemimpinan beliau untuk Pertamina. Jadi komunikatif, desicive dan integritasnya tidak dipertanyakan. Saya melihat ada sama beliau," katanya.

Sementara, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, penujukkan Elia didasarkan pada rekam jejak kinerja, kepemimpinan, pengalaman, dan kapabilitas yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan perseroan.

"Penunjukan Bapak Elia Massa Manik lebih ditekankan pada seleksi yang dilakukan oleh Ibu Menteri BUMN dan beberapa menteri terkait dengan leadership beliau dan kapabilitas yang bersangkutan bersangkutan dalam hal membangun perusahaan," ujar Gatot di tempat yang sama secara terpisah.

Gatot menuturkan, penilaian kinerja selama menjabat Direktur Utama PT Pekerbunan Nusantara III (Persero) menjadikan dasar kuat untuk dijadikan Dirut Pertamina. Selama menjabat, kata dia, Elia melakukan pembenahan dari aspek operasional, finansial, teknologi hingga sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Mengenal Elia Massa Manik, Dirut Baru Pertamina

Selain itu, Elia juga pernah membantu membangun Risk Culture Awareness atau kesadaran membangun budaya dan menrestrukturasi pinjaman Bank BNI saat dirinya menjabat sebagai Senior Vice President Bank BNI.

Tidak hanya itu, Elia juga berhasil merestrukturisasi perusahan jasa minyak dan gas (migas) PT Elnusa Tbk. Hal ini dilakukannya saat menjabat sebagai Presiden dan CEO Elnusa.

Atas pencapaian itulah yang menjadi dasar kuat penunjukkan Elia Massa Manik menjadi Dirut Pertamina. Gatot pun berharap, dengan adanya Dirut baru semakin memperkuat Pertamina dalam menjalakan peran strategis di sektor energi nasional.

"Terutama dalam pencapaian target kinerja yang telah dicanangkan dan program-program utama, antara lain BBM Satu Harga dan Rencana Proyek Investasi Kilang dan pengembangan hulu yang bernilai puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan," imbuhnya.

Mengenal Elia Massa Manik, Dirut Baru Pertamina

Elia Massa Manik, Dirut baru Pertamina
Elia Massa Manik, Dirut baru Pertamina. (Kementerian BUMN)
Beritakepo.com. Jakarta - Elia Massa Manik terpilih menjadi Direktur Utama Pertamina menyingkirkan sejumlah nama lain yang santer dicalonkan menduduki posisi nomor satu di perusahaan migas pelat merah tersebut.

Keputusan penunjukkan Elia ini diambil secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang digelar hari ini di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini, Kamis (16/3/2017).

Siapa sebenarnya Elia Massa Manik?

Seperti diberitakan DetikFinance, Elia Massa Manik sebelumnya menjabat sebagai pemimpin perusahaan perkebunan BUMN, PT Perkebunan Nusantara III (persero) sejak 2016 yang juga merupakan holding BUMN perkebunan.

Pengalaman Elia tergolong luas. Sebelumnya, pria kelahiran Kabanjahe Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini sudah malang melintang di berbagai sektor industri.

Ia memulai karir dari PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Karirnya berlanjut di Suez Group hingga 2001. Dalam catatannya, ia juga pernah bergabung dengan PT Kiani Kertas, sebelum kemudian bergabung dengan PT Jababeka.

PTPN III bukan satu-satunya perusahaan di perusahaan pelat merah yang pernah dipimpinnya. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan ASEAN Institute Of Management Filipina, Elia Massa Manik pernah beberapa kali menduduki jabatan penting perusahaan milik negara.

Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Elnusa, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa mingas. Di Elnusa, ia bergabung sejak Juli 2011 hingga 2014 sebelum akhirnya bergabung dengan PTPN III pada April 2016.

PTPN III yang merupakan holding BUMN di sektor perkebunan, Elisa punya tugas mengkoordinasikan 14 perusahaan perkebunan negara di bawahnya dengan jumlah pegawai sebanyak 139.000.

Selama menjabat, Elia Massa Manik dianggap sukses menjalankan restrukturisasi dengan memangkas jumlah direksi PTPN menjadi maksimal hanya tiga orang, yang sebelumnya, satu perusahaan PTPN dapat mempunyai empat sampai lima direktur.

Rabu, 15 Maret 2017

Sumarsono: Semangat Pemprov Tak Pernah Surut Turunkan Spanduk Provokatif

Plt Sumarsono semangat menurunkan spanduk provokatif
Plt Sumarsono semangat menurunkan spanduk provokatif. (metrotvnews.com)
Beritakepo.com. Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyatakan dia beserta jajarannya tetap bersemangat menurunkan spanduk-spanduk yang bernada provokatif walaupun mendapat protes dari pihak tertentu. Hal ini dilakukan demi komitmennya dalam menjaga iklim kondusif di Ibukota.

"Pemprov tidak akan surut semangatnya untuk menurunkan spanduk yang provokatif dan berbau sara karena demi menjaga kententraman dan ketertiban," ujarnya di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Selain upaya penurunan spanduk itu, Soni—sapaan akrab Sumarsono—menginginkan adanya pendekatan secara persuasif kepada tokoh masyarakat. Menurut dia, pendekatan itu mampu menjadi jembatan untuk saling memahami.

"Kita temui satu dari sekian ratus yang ada untuk kasih pengertian dalam rangka penertiban umum spanduk-spanduk yang provokatif tersebut," katanya.

Baca juga: Tak Terima Spanduk Provokatif Dicopot, Novel Akan Polisikan Sumarsono

Soni pun menginginkan agar masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya menciptakan ketentraman di Jakarta. Dia tidak ingin masyarakat terprovokasi oleh spanduk-spanduk itu.

"Kita bisa memaklumi dan mengerti, tapi mereka juga harus mengerti bahwa kita memiliki tugas menjaga suasana Jakarta yang harus senantiasa aman, nyaman, dan damai, tidak terprovokasi oleh spanduk-spanduk yang memang kita nilai itu salah baik pemasangan maupun substansinya," ucapnya.