Tampilkan postingan dengan label Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terbaru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

Polisi Terus Selidiki Kasus Dugaan Penggelapan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno berfoto bersama ibu dan istrinya
Sandiaga Uno berfoto bersama ibu dan istrinya. (Istimewa)
Beritakepo.com. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono menegaskan alasan pihaknya menyelidiki kasus dugaan penggelapan yang menjerat Sandiaga Uno adalah murni penegakan hukum. Polisi mengusut kasus itu karena penyelidikan kasusnya dianggap belum selesai.

"Kalau kasus yang dulu diselidiki lagi kan boleh saja. Kalau (kasusnya) belum selesai boleh kan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3), dilansir CNN Indonesia. Argo menepis muatan politis dalam kasus yang dilaporkan oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya tersebut. Meskipun rentang waktu kejadian hampir lima tahun, Argo memastikan penyelidikan kasus ini bukan untuk menjegal Sandi yang maju dalam kontestasi Pilkada DKI 2017.

Dia menegaskan, setiap laporan masyarakat sudah seharusnya ditindaklanjuti polisi, termasuk laporan terhadap Sandi. "Pas kebetulan saja (momen Pilkada)," kata Argo singkat.

Sebelumnya, Edward melalui kuasa hukumnya, Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandi bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi pada Rabu (8/3) lalu. Keduanya dilaporkan atas tuduhan pidana penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten tahun 2012.

Baca juga: Sandiaga Uno Dipolisikan Edward Soeryadjaya, Kakak Angkatnya

"Penggelapan tanah kurang lebih satu hektare di Jalan Raya Curug," kata Fransiska beberapa waktu lalu.

Menurut Fransiska, kliennya berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan bersama Andreas dan Sandi pada Januari 2016. Namun Andreas dan Sandi tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut hingga saat ini.

"Terakhir saya coba hubungi Sandi lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi," kata Fransiska.

Tuduhan yang diajukan Fransiska kepada Andreas dan Sandi adalah pidana penggelapan sebagaimana diatur pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Di sisi lain, Sandi menyatakan mengenal Edward. Edward adalah anak dari pebisnis William Soeryadjaya yang merupakan guru Sandi dalam berbisnis. Beberapa kali Sandi juga sering konsultasi soal bisnis dengan Edward.

"Sabtu lalu kalau tidak salah tanggal 4 Maret, saya baru bertemu dengan Edward. Dia mengingatkan saya secara general mengenai masalah-masalah yang seperti ini," kata Sandi Senin lalu.

Kasus pencemaran nama baik akan dihentikan

Pada kasus lain, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim berencana menghentikan dugaan penceraman nama baik yang dilaporkan oleh Dini Indrawati Septiani, anggota Komunitas Jakarta Berlari.

"Bukti yang mengarah itu (pencemaran nama baik) enggak ada. Kasusnya juga mau di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan)," ujar Mustakim di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).

Mustakim mengatakan, kasus ini pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Namun penyelidik memutuskan untuk menghentikan proses penyelidikan kasus tersebut.

Sandi merupakan ketua Komunitas Jakarta Berlari. Dia diminta keterangan oleh pihak Polsek Metro Tanah Abang sebagai saksi hari ini. Sandi diminta keterangan selama 40 menit.

Sandi menyatakan telah memberikan keterangan bahwa saat kejadiaan dirinya tidak berada di lokasi. Bahkan ia tidak mengetahui perkara kejadian itu.

"Ada sekitar delapan sampai sembilan pertanyaan. Pertanyaan lebih seputar saya ada di mana saat kejadian dan mengerti atau tidak kejadian itu," kata Sandi usai memberi keterangan di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca juga: Kasus Sandiaga Terkait Perselingkuhan dengan Dini Indrawati Septiani?

Pemanggilan calon wakil gubernur nomor urut tiga ini terkait kasus yang dilaporkan Dini pada 7 November 2013 lalu. Dini melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh sesama anggota komunitas lari yang dipimpin Sandi.

Laporan yang dibuat Dini menyertakan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah. Peristiwa yang dilaporkan terjadi di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, pada 31 Oktober 2013.

Lift Jatuh di Blok M, Ini Daftar Nama 25 Orang Korban Luka

Lift jatuh di Blok M Square
Lift jatuh di Blok M Square. (Radio Elshinta)
Beritakepo.com. Diduga karena kelebihan muatan, sebuah lift jatuh di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017), sekitar pukul 12.45 WIB siang dan menyebabkan 25 orang terluka. Lift jatuh saat tengah mengangkut pengunjung dari lantai atas menuju ke bawah.

Abdul (33) memberikan kesaksian mengenai detik-detik saat lift di Blok M Square jatuh ke lantai basement (dasar). Saat itu Abdul berada di sekitar lokasi lift jatuh.

"Yang buka pintu itu yang bobol sekitar 5 orang, pakai tangan," ujar Abdul di lokasi kejadian di Blok M Square, Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat, seperti diberitakan Detikcom.

Abdul berkisah, saat itu dirinya hendak berjalan menuju lift. Seketika dia mendengar suara keras.

"Ya ada yang minta tolong-tolong dari lift langsung kita bukain aja," katanya.

Abdul bersama 5 orang warga lainnya kemudian langsung berusaha membuka lift dengan tangan. Saat lift terbuka, korban yang panik langsung berhamburan keluar.

"Setalah itu langsung dibuka karena langsung jebol, langsung pada keluar. Keluarnya juga pada yang injak-injakan, orang panik gitu," jelasnya.

Sempat terjadi desak-desakan antara korban yang berebut untuk keluar dari lift. "Ada yang sebagian bisa jalan ada yang juga kakinya sudah patah kan. Kalau yang parah bangat sekitar 5, kalau total (orang dalam lift) lebih dari 15," tutup Abdul.

Korban-korban lift jatuh di Blok M Square sudah dievakuasi dari lokasi. Mereka dibawa ke RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) dan Puskesmas Kebayoran Baru.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Ajun Komisaris Besar Teguh Wibowo, menjelaskan, pada saat kejadian, lift tersebut penuh sesak oleh 25 orang. Saat ini, seluruh penumpang lift itu tengah menjalani perawatan.

"Saat ini seluruh korban masih dalam penanganan tim dokter. Tidak ada korban jiwa, namun ada yang mengalami luka patah tulang," ujar Teguh kepada Warta Kota, Jumat siang. Adapun nama-nama korban lift jatuh tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tn.Sutoto ,40 thn
2. Tn.Salmudin ,33 thn
3. Tn.Bumi Suhartan ,31 thn
4. Nn.Diana ,18 thn
5. Nn.Hani Nurhasanah ,18 thn
6. Tn.Lesi ,25 thn
7. Shadiq Al beri ,41 thn
8. Tn. Ridwan ,48 thn
9. Tn. David Evan ,26 thn
10. Tn. Ari Budi Nugraha ,19 thn
11. Tn. Ade Gunawan 16 thn
12. Tn. Wisnu Panduwinata ,30 thn
13. Tn. Yasa ,41 thn
14. Nn. Nina azmia ,18 thn
15. Nn. Nadira Indriani ,18 thn
16. Tn. Afdal ,50 thn
17. Nn. Widyaningrum ,19 thn
18. Tn .Endang Supriatna ,28 thn
19. Tn. Sunardi ,21 thn
20. Tn. Subiri ,57 thn
21. Tn. Mahmud ,20 thn
22. Tn. Irfan irmansyah ,21 thn
23. Tn. Bagus pribadi ,19 thn
24. Tn. Indra nur Rahman ,24 thn
25. Tn. Suna Wijaya ,52 thn

"Untuk saat ini dokter tidak memperbolehkan korban atau pasien dimintai keterangan karena masih dalam penanganan," bilang Teguh.

Polisi Tangkap Seorang Member Grup FB "Official Loly Candy's 18+"

Admin grup FB Official Loly Candy's yang ditangkap
Admin grup FB Official Loly Candy's yang ditangkap. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali menangkap satu orang terkait pornografi anak Loly Candy's. Pelaku diketahui sebagai member dalam akun grup Facebook tersebut.

"Sudah ditangkap satu orang lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan tersangka yang ditangkap adalah selaku member.

"Dia itu member-nya, yang meng-upload konten foto dan video porno anak di bawah umur ke grup Facebook tersebut," kata Wahyu.

Tersangka ditangkap di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Kamis (16/3) kemarin. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya.

"Nanti saja lengkapnya, nanti mau dirilis," imbuh Wahyu.

Dengan ditangkapnya tersangka itu, total tersangka saat ini sudah lima orang. Dua di antaranya dititipkan di Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur, karena di bawah umur. Dari empat tersangka yang sudah ditangkap, diketahui dua tersangka bernama M Bachrul Ulum alias Wawan alias Snorlax (25) dan DF alias T-Day (17), melakukan kekerasan seksual terhadap sedikitnya 12 anak di bawah umur. Dari 12 anak di bawah umur, polisi telah mengidentifikasi 8 korban di antaranya.

Tidak hanya melakukan kekerasan seksual, keduanya juga merekam video saat melakukan aksinya itu lalu membagikannya kepada para member. Mereka juga tergabung dengan grup pedofil jaringan internasional, yang saling bertukar konten pornografi anak-anak di bawah umur.

Gamawan Bohong, Honor Rp 5 Juta per Jam Tak Sesuai Permenkeu

Gamawan Fauzi saat bersaksi di sidang kasus e-KTP
Gamawan Fauzi saat bersaksi di sidang kasus e-KTP. (Liputan6.com)
Beritakepo.com. Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/3), mantan Mendagri Gamawan Fauzi mengaki mendapat Rp 50 juta terkait proyek e-KTP. Menurutnya, uang tersebut merupakan honornya sebagai pembicara saat masih menjabat Mendagri.

"Saya baca disebut-sebut terima Rp 50 juta untuk lima daerah. Saya perlu clear-kan, Yang Mulia, karena banyak yang bertanya kepada saya. Uang itu honor saya pembicara, Yang Mulia, di lima provinsi," kata Gamawan, kemarin, seperti dilaporkan Detikcom.

Gamawan lalu menjelaskan, saat menjadi menteri, dia mendapatkan honor Rp 5 juta per jam. Menurut Gamawan, hal itu sesuai dengan aturan.

"Karena menurut aturan, 1 jam menteri bicara itu Rp 5 juta. Kalau saya bicara 2 jam, Rp 10 juta. Saya menerima komisi, jadi itu honor resmi, saya tanda tangani. Bukan uang dikasih, uang operasional saya, Yang Mulia," ujar Gamawan.

Baca Juga: Gamawan Fauzi: Jika Terima Duit e-KTP Saya Dikutuk Allah SWT

Gamawan menjabat Mendagri pada periode 2009-2014. Entah aturan mana yang dimaksud Gamawan. Proyek e-KTP sendiri merupakan proyek multiyears dari 2010-2012.

Mengacu pada Permenkeu Nomor 36 Tahun 2012, yang merupakan perubahan atas Permenkeu Nomor 84 Tahun 2011 tentang standar biaya tahun anggaran 2012, honor menteri sebagai pembicara adalah Rp 1,5 juta. Dalam aturan tersebut tak dijelaskan apakah Rp 1,5 juta tersebut untuk satu jam atau sekali menjadi pembicara.

Dalam surat dakwaan KPK, mantan Dirjen Dukcapil Irman, yang kini telah duduk sebagai terdakwa, menerima aliran uang Rp 876.250.000, USD 73.700, dan SGD 6.000. Uang itu disebut digunakan untuk membiayai kepentingan pribadi dan diberikan kepada beberapa orang, termasuk Gamawan. Gamawan disebut menerima uang Rp 50 juta dari Irman itu pada saat kunjungan kerja di Balikpapan, Batam, Kendari, Papua, dan Sulawesi Selatan.

Kamis, 16 Maret 2017

Fahri Hamzah Klaim Pernah Menolak Tawaran Uang dari Nazaruddin

Fahri Hamzah klaim tolak uang dari Nazaruddin
Fahri Hamzah klaim tolak uang dari Nazaruddin. (Kumparan.com)
Beritakepo.com. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut pernah ditawari uang oleh eks Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Fahri mengatakan ia ditawari uang oleh Nazaruddin ketika menjadi pimpinan Komisi III DPR.

"Saya kan sering ulang di mana-mana, Nazaruddin kalau soal nawarin uang itu banyak yang ditawrarkan uang sama dia. Saya juga karena pimpinan Komisi III. Dia pernah nawarin uang," kata Fahri saat menghadiri diskusi soal kasus korupsi e-KTP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/3), seperti diberitakan Kumparan.com.

Fahri mengatakan saat itu ia menolak tawaran Nazaruddin. Menurut dia, kasusnya akan berbeda jika saat itu, ia menerima uang yang ditawarkan Nazaruddin.

"Tentu saya nolak dengan cara baik tapi kalau enggak, sekarang dia bernyanyi kan. Itu masalahnya," lanjutnya.

Ucapan Fahri berbanding terbalik dengan pernyataan yang pernah dikatakan Nazaruddin saat ia diperiksa diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana, Bali, dan kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet di Sumatra Selatan pada Jumat (5/2/2016).

"Seperti tadi ditanya ada uang dari Permai itu, seperti yang dibilang Yulianis (anak buah Nazar) ke Pak Fahri," ujar Nazar di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016), seperti diberitakan metrotvnews.com.

Namun, suami Neneng Sri Wahyuni ini tak merinci terkait proyek apa yang dikerjakan oleh perusahaan miliknya itu. Menurut dia, penyidik hanya memintanya untuk membuka nama-nama yang diduga menerima dana segar dari perusahaan miliknya tersebut.

"Ya saya sekarang kan lagi diminta sama KPK, jadi saya jelaskan seperti tadi Mirwan Amir (mantan Wakil Ketua Banggar DPR RI), Muhaimin (mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi) dan ada banyak lagi," kata dia.

Isu Fahri Hamzah menerima fulus memang sempat terbongkar dalam sidang terdakwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 18 Agustus 2014. Hal itu diungkapkan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis.

Pernyataan itu muncul saat salah satu pengacara Anas, Handika Honggowongso, menanyakan perihal adanya inisial FAH dalam catatan keuangan Permai Group. Yulianis menjelaskan bahwa pertanyaan yang sama pernah diajukan oleh penyidik kepadanya.

"Kejadiannya waktu itu adalah saya dipanggil Pak Nazar ke lantai 7 di Tower Permai di Mampang. Saya dipanggil sama Pak Nazar disuruh bawa uang USD25 ribu. Setelah sampai di atas itu ada Pak Fahri Hamzah," kata Yulianis.

Dia menambahkan, awalnya dia tidak mengetahui siapakah Fahri Hamzah. Dia baru mengetahuinya dari media televisi. "Tapi, setelah melihat di TV, saya tahu itu Pak Fahri yang dari PKS," ujar Yulianis.

Yulianis mengatakan, pada saat pertemuan itu, Fahri tidak banyak berbicara. Menurut dia, uang yang disimpan di dalam amplop itu, hanya disimpan di meja di depan Fahri.

Yulianis sempat meminta Fahri untuk menandatangani tanda terima dalam kas keluar sebagai catatan, namun Fahri hanya tersenyum. Karena tidak ditanggapi, Nazar kemudian berinisiatif untuk menandatangani kas tersebut.

"Sama Pak Nazar itu ditandatangani, cuma dicoret-coret saja," ucap Yulianis.

Dia lalu menanyakan kepada Nazar mengenai keperluan pengeluaran uang tersebut. "Catat saja itu DP pembelian mobil. Tidak terkait dengan proyek," kata Yulianis menirukan perkataan Nazar.

Hal tersebut sempat dibantah Fahri. Dia mengatakan tak mengetahui secara pasti namanya disebut ikut menerima uang oleh Yulianis dari perusahaan milik M. Nazaruddin itu.

"Saya belum tahu persis seperti apa beritanya dan saya tidak merasa punya hubungan apapun dengan Yulianis dan Nazar. Apalagi soal uang," kata Fahri Senin, 18 Agustus 2014.

Gamawan Fauzi: Jika Terima Duit e-KTP Saya Dikutuk Allah SWT

Gamawan Fauzi usai diperiksa di KPK
Gamawan Fauzi usai diperiksa di KPK. (ANTARA FOTO)
Beritakepo.com. Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi membantah telah menerima uang terkait korupsi proyek KTP elektronik (KTP-e) senilai 4,5 juta dolar AS dan Rp50 juta.

"Satu rupiah pun saya tidak pernah menerima Yang Mulia. Demi Allah, saya kalau mengkhianati bangsa ini menerima satu rupiah, saya minta didoakan seluruh rakyat Indonesia, jika menerima saya dikutuk Allah SWT," kata Gamawan saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus proyek KTP-e di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3), dilansir Kumparan.com.

Hal ini diungkapkan Gamawan ketika menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim John Halasan saat memimpin sidang. "Terkait dengan program KTP-E, apakah saudara pernah menerima sesuatu?" tanya hakim John Halasan kepada mantan Mendagri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Tentang uang Rp50 juta, Gamawan mengaku bahwa itu honor sebagai pembicara di lima provinsi. "Saya baca disebut-sebut terima Rp50 juta untuk lima daerah. Saya perlu clear-kan, Yang Mulia, karena banyak yang bertanya kepada saya. Uang itu honor saya pembicara, Yang Mulia, di lima provinsi," kata Gamawan.

Mendagri yang menjabat pada 2009-2014 ini mengatakan bahwa honor tersebut sesuai aturan yang berlaku, dimana tiap jamnya diberi honor Rp5 juta.

"Saya bicara dua jam tiap provinsi," kata Gamawan.

Dalam dakwaan disebut bahwa Gamawan menerima disebut menerima 4,5 juta dolar AS dan Rp 50 juta terkait proyek sebesar Rp5,9 triliun ini.

Namun Gamawan Fauzi mengaku menerima uang dari seorang wiraswasta bernama Afdal Noverman. Uang itu disebut Gamawan sebagai pinjaman untuk biaya operasi di Singapura.

Hal itu terungkap ketika jaksa KPK menanyakan tentang penerimaan uang itu kepadanya. Gamawan mengaku saat itu kehabisan uang.

"Saya waktu itu pinjam uang, karena saya kan operasi kanker di Singapura. Saya kehabisan uang waktu itu karena obatnya sangat mahal, saya pinjam," ucap Gamawan saat menjawab pertanyaan jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017).

Jaksa lalu bertanya berapa jumlah uang yang dipinjam tersebut. Gamawan mengaku meminjam Rp 1 miliar dan dilaporkan ke LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).

"Rp 1 miliar. Itu saya pinjam dan saya masukkan ke LHKPN saya," sebutnya.

Dalam surat dakwaan KPK untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, tercantum pula penerimaan uang dari Afdal Noverman ke Gamawan Fauzi. Namun besaran uangnya berbeda dengan yang disampaikan Gamawan. Uang yang diberikan Afdal disebut jaksa berasal dari Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang berperan dalam proses anggaran dan lelang.

"Selain memberikan sejumlah uang kepada Terdakwa II (Sugiharto, pada bulan Maret 2011, Andi Agustinus alias Andi Narogong juga memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui Afdal Noverman sejumlah USD 2.000.000 dengan maksud agar pelelangan Pekerjaan Penerapan KTP berbasis NIK secara Nasional (KTP Elektronik) tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi," tulis jaksa KPK dalam surat dakwaan.

Heboh di Medsos, Video 'Adu Banteng' 2 Truk di Kebumen

Adu banteng dua truk di jalanan Kebumen
Adu banteng dua truk di jalanan Kebumen. (Youtube)
Beritakepo.com. Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh video 'adu banteng' dua truk di jalan raya karena kedua sopir tak mau mengalah. Video berdurasi 2:50 menit yang diunggah oleh 'Masbro TV' via Youtube ini, sudah ditonton lebih dari 42.230 kali. Video itu berjudul 'TRUK ADU BANTENG Rebutan Jalan & Tidak Ada Yang Mengalah (Jangan di Tiru)'.

Belum diketahui apa yang terjadi dengan dua sopir teruk tersebut hingga akhirnya menyulut keduanya untuk melakukan 'adu banteng'. Dua sopir truk tersebut mengadu dua kendaraan masing-masing persis seperti adu banteng.

Kejadian 'adu banteng' itu persis terjadi di tengah jalan. Hal itu membuat para pengendara lain yang berada di jalan tersebut menyingkir. Bahkan ada yang berteriak memanggil polisi.

Dalam video tersebut, semua pengendara motor menyingkir, truk berwarna hitam terus menancap gas hingga truk lainnya terdorong dan terhenti setelah masuk ke sawah. Padahal banyak warga sudah melerai, tapi sang supir tidak peduli.

Seorang polisi menggunakan sepeda motor langsung mengamankan sang sopir.

Kapolsek Karangsambung AKP Kawan Panjaitan membenarkan adanya kejadian itu. Insiden 'adu banteng' itu terjadi di jalan utama yang menghubungkan Karangsambung-Kebumen pada Minggu (5/3) lalu pada pukul 13.30 WIB.

"Memang benar ada kejadian itu. Kami amankan saat itu dan sudah didamaikan," kata Kawan, seperti diberitakan Detikcom.

Kawan Panjaitan mengatakan insiden itu bermula saat dua sopir truk berpapasan di jalan. Sopir truk hitam bernama Aziz dan truk biru, Saduki.

Kedua sopir tersebut ternyata sudah saling mengenal. Saduki mengingatkan Aziz karena memarkir truk di jalur yang tidak semestinya. Sedangkan Aziz saat itu sedang akan menurunkan peralatan musik dari bak truk.

"Diingetin sama Saduki malah marah. Bukan cuma marah tapi bentak-bentak," ujarnya.

Adu mulut antara Saduki dan Aziz terjadi dalam posisi samping-sampingan, masing-masing berada di ruas jalur yang berbeda dalam posisi berhadapan. Momen adu mulut ini membuat warga geram. Salah satu warga akhirnya merekam momen ini dengan mengambil video melalui ponsel miliknya.

"Ada warga yang geram dan mengambil video," kata AKP Kawan.

Tak selesai di adu mulut, Saduki dan Aziz lantas mengadu dua truk yang mereka sopiri. Kepulan asap terlihat dari dua mobil.

"Ada warga yang mencoba melerai dan meminta dilanjutkan saja ke polisi. Tapi Aziz nggak mau. Malah adu truk," kata AKP Wawan.

Setelah beberapa lama, akhirnya truk biru yang disopiri Saduki terdorong mundur sampai ke pinggir sawah. Tak lama kemudian anggota polisi mengamankan keduanya.

Simak videonya di bawah ini.

Bandingkan dengan Ahok, Sandi: Tak Ada Konglomerat Lirik Kampanye Kami

Anies-Sandiaga mendapat dukungan dari Hary Tanoe
Anies-Sandiaga mendapat dukungan dari Hary Tanoe. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan dirinya kerja keras dalam kampanye di Pilgub DKI. Sandiaga mengaku tidak didukung oleh para konglomerat dalam pendanaan kampanyenya.

"Saya kampanye beda sekali dengan gubernur petahana, beliau bisa sosialisasi KJP lewat agenda pemda. Saya beda, kampanye sangat sulit sekali. Bahkan sampai kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Karena nggak ada konglomerat yang lirik kita," kata Sandiaga pada sambutannya dalam pertemuan dengan Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) Betawi di restoran Al-Jazeerah, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Sandiaga mengatakan banyak yang meremehkan dirinya pada saat pertama kali mencalonkan diri. Namun, dia mengaku dengan kerja keras dapat mengejar ketertinggalan tersebut.

"Awal-awal perjuangan siapa sih yang nggak tahu gubernur superman itu. Elektabilitasnya ada di atas 60 persen. Dibilang nggak mungkin akan ada yang ngalahin. Tapi kita pelan-pelan dengan step by step kita makin tinggi. Per hari ini kita dalam survei internal sudah sembilan poin lebih tinggi dari dia," katanya.

Sandiaga mengaku telah bertemu dengan beberapa investor pada putaran kedua kali ini. Kepada para pengusaha, Sandiaga menjanjikan stabilitas keamanan bagi usaha mereka di Jakarta.

"Saya lihat kemarin bertemu pada investor luar, mereka kaget dengan survei. Para pengusaha mulai membikin jembatan. Kami yakinkan tenang, Jakarta akan tetap aman, program kami bagus, ekonomi akan lebih maju. Kita bukan hanya mempersatukan masyarakat menengah ke atas tapi juga menyentuh masyarakat menengah ke bawah," katanya.

Dikawal Massa FPI, Rizieq Melayat ke Rumah Duka KH Hasyim Muzadi

Habib Rizieq di rumah duka KH Hasyim Muzadi
Habib Rizieq di rumah duka KH Hasyim Muzadi. (Detikcom)
Beritakepo.com. Habib Rizieq Syihab datang ke Ponpes Al-Hikam, Depok, Jawa Barat, untuk melayat di rumah duka KH Hasyim Muzadi di Jl H Amat, Kukusan, Beji, Depok. Imam besar FPI tersebut tiba sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (16/3/2017). Ia datang dengan pengawalan ketat dari sejumlah anggota FPI yang datang bersamanya.

Sempat agak ramai karena penjagaan tersebut, Rizieq lalu mengingatkan pengawalnya untuk tidak berlebihan. Dia sempat 'cipika-cipiki' dengan kerabat Kiai Hasyim.

Rizieq pun langsung masuk ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka kepada keluarga Kiai Hasyim. Sejumlah tokoh juga sudah berdatangan. Tokoh-tokoh itu antara lain Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dan anggota Wantimpres Abdul Malik Fajar.

Selain itu, tampak datang ke rumah duka istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid. Para pelayat bukan hanya santri-santri, tapi juga warga sekitar.

Namun, untuk sementara, jalan yang berada di dekat kompleks Ponpes Al-Hikam ditutup menjelang kedatangan jenazah Kiai Hasyim. Pemakaman dilakukan dengan upacara militer. Saat berita ini diturunkan, jenazah KH Hasyim Muzadi sudah disalatkan. Jenazah kemudian akan dibawa ke areal pemakaman yang telah disiapkan.

Jokowi Unggah Foto Kenangan Oleskan Minyak Kayu Putih ke Kaki Hasyim Muzadi

Jokowi mengoleskan minyak kayu putih ke kaki KH Hasyim Muzadi
Jokowi mengoleskan minyak kayu putih ke kaki KH Hasyim Muzadi. (Facebook)
Beritakepo.com. Berduka atas meninggalnya ulama besar Indonesia, KH Hasyim Muzadi, Presiden Jokowi mengunggah salah satu momen bersama tokoh Nahdlatul Ulama itu di akun Facebook miliknya pada Kamis (16/3/2017).

Jokowi mengunggah satu foto kedekatannya dengan KH Hasyim Muzadi. Dalam foto itu, keduanya memakai baju berwarna senada, kemeja putih dengan celana kain hitam. Bedanya, KH Hasyim mengenakan kopiah hitam, sedangkan Jokowi tidak.

Jokowi dan KH Hasyim Muzadi duduk di salah satu kursi panjang berwarna merah. KH Hasyim tampak memegang botol minyak kayu putih. Sedangkan Jokowi tampak baru saja mengoleskan minyak kayu putih itu ke kaki KH Hasyim. Sedangkan KH Hasyim, yang memakai peci hitam, mengangkat bagian celananya yang dipegang Jokowi.

Foto itu diambil pada 2014. Dalam statusnya itu, Jokowi menyebut foto tersebut merupakan dokumentasi pribadi.

Jokowi juga mengungkapkan dukacitanya atas kepergian pemimpin Ponpes Al-Hikam itu. Dia mengatakan bangsa Indonesia kehilangan salah satu ulama penjaga kebinekaan.

Berikut isi tulisan Jokowi di FB.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi di kediamannya di Malang, pagi tadi.

Bangsa ini kehilangan salah satu ulama, guru, penjaga terdepan kebhinekaan. Seorang tokoh yang sebagian hidupnya didedikasikan untuk agama dan bangsanya. Ia pernah memimpin Nahdlatul Ulama seraya terus mengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, dan sampai akhir hayatnya masih menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Sungguh, saya sangat kehilangan. Semoga almarhum Kiai Hasyim Muzadi beroleh tempat nan lapang di sisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan tetap tegar dan tabah.

Selamat jalan, Kiai Hasyim ...

Ini Alasan Rini Soemarno Tunjuk Elia Massa Manik Jadi Dirut Pertamina

Elia Massa Manik resmi jadi Dirut Pertamina
Elia Massa Manik resmi jadi Dirut Pertamina. (Kompas.com)
Beritakepo.com. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) hari ini memutuskan untuk mengangkat Elia Massa Manik menjadi Direktur Utama. Keputusan tersebut diambil oleh pemerintah sebagai pemegang saham.

Padahal pada saat pencopotan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang, para Dewan Komisaris diusulkan untuk mencari sosok yang akan direkomendasikan kepada pemerintah lewat Menteri BUMN, Rini Soemarno. Dewan Komisaris Pertamina pun mengusulkan salah satu direksi untuk mengisi kekosongan pucuk pimpinan Pertamina, namun usulan itu ternyata ditolak. "Dewan Komisaris itu hanya bisa mengusulkan dari anggota direksi yang ada di Pertamina. Kita tidak bisa usulkan di luar Pertamina. Nah, pemegang saham kan punya perspektif. Karena mereka punya 140 BUMN. Itu kelebihannya Menteri BUMN bisa melihat, dari apa yang diusulkan Dewan Komisaris ada yang lebih cocok. Bukan lebih baik loh, tapi lebih cocok. Inilah yang keluar dari pengamatan dan pemilihan pemegang saham," kata Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3/2017), dilansir Detikcom.

Sayangnya Tanri enggan menyebutkan siapa yang diusulkan oleh Dewan Komisaris. Kendati begitu dia mengaku puas dengan pilihan pemerintah. Menurutnya Elia memiliki karakter yang tepat dan dibutuhkan untuk memimpin Pertamina. Sehingga dirinya yakin, Elia bisa membawa Pertamina menjadi BUMN yang lebih baik.

"Kalau kamai melihat track record-nya dan apa yang disampaikan, menurut saya sudah sangat tepat. Katakanlah karakter, skill dan kepemimpinan beliau untuk Pertamina. Jadi komunikatif, desicive dan integritasnya tidak dipertanyakan. Saya melihat ada sama beliau," katanya.

Sementara, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, penujukkan Elia didasarkan pada rekam jejak kinerja, kepemimpinan, pengalaman, dan kapabilitas yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan perseroan.

"Penunjukan Bapak Elia Massa Manik lebih ditekankan pada seleksi yang dilakukan oleh Ibu Menteri BUMN dan beberapa menteri terkait dengan leadership beliau dan kapabilitas yang bersangkutan bersangkutan dalam hal membangun perusahaan," ujar Gatot di tempat yang sama secara terpisah.

Gatot menuturkan, penilaian kinerja selama menjabat Direktur Utama PT Pekerbunan Nusantara III (Persero) menjadikan dasar kuat untuk dijadikan Dirut Pertamina. Selama menjabat, kata dia, Elia melakukan pembenahan dari aspek operasional, finansial, teknologi hingga sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Mengenal Elia Massa Manik, Dirut Baru Pertamina

Selain itu, Elia juga pernah membantu membangun Risk Culture Awareness atau kesadaran membangun budaya dan menrestrukturasi pinjaman Bank BNI saat dirinya menjabat sebagai Senior Vice President Bank BNI.

Tidak hanya itu, Elia juga berhasil merestrukturisasi perusahan jasa minyak dan gas (migas) PT Elnusa Tbk. Hal ini dilakukannya saat menjabat sebagai Presiden dan CEO Elnusa.

Atas pencapaian itulah yang menjadi dasar kuat penunjukkan Elia Massa Manik menjadi Dirut Pertamina. Gatot pun berharap, dengan adanya Dirut baru semakin memperkuat Pertamina dalam menjalakan peran strategis di sektor energi nasional.

"Terutama dalam pencapaian target kinerja yang telah dicanangkan dan program-program utama, antara lain BBM Satu Harga dan Rencana Proyek Investasi Kilang dan pengembangan hulu yang bernilai puluhan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan," imbuhnya.

Mengenal Elia Massa Manik, Dirut Baru Pertamina

Elia Massa Manik, Dirut baru Pertamina
Elia Massa Manik, Dirut baru Pertamina. (Kementerian BUMN)
Beritakepo.com. Jakarta - Elia Massa Manik terpilih menjadi Direktur Utama Pertamina menyingkirkan sejumlah nama lain yang santer dicalonkan menduduki posisi nomor satu di perusahaan migas pelat merah tersebut.

Keputusan penunjukkan Elia ini diambil secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang digelar hari ini di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini, Kamis (16/3/2017).

Siapa sebenarnya Elia Massa Manik?

Seperti diberitakan DetikFinance, Elia Massa Manik sebelumnya menjabat sebagai pemimpin perusahaan perkebunan BUMN, PT Perkebunan Nusantara III (persero) sejak 2016 yang juga merupakan holding BUMN perkebunan.

Pengalaman Elia tergolong luas. Sebelumnya, pria kelahiran Kabanjahe Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini sudah malang melintang di berbagai sektor industri.

Ia memulai karir dari PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Karirnya berlanjut di Suez Group hingga 2001. Dalam catatannya, ia juga pernah bergabung dengan PT Kiani Kertas, sebelum kemudian bergabung dengan PT Jababeka.

PTPN III bukan satu-satunya perusahaan di perusahaan pelat merah yang pernah dipimpinnya. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan ASEAN Institute Of Management Filipina, Elia Massa Manik pernah beberapa kali menduduki jabatan penting perusahaan milik negara.

Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Elnusa, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jasa mingas. Di Elnusa, ia bergabung sejak Juli 2011 hingga 2014 sebelum akhirnya bergabung dengan PTPN III pada April 2016.

PTPN III yang merupakan holding BUMN di sektor perkebunan, Elisa punya tugas mengkoordinasikan 14 perusahaan perkebunan negara di bawahnya dengan jumlah pegawai sebanyak 139.000.

Selama menjabat, Elia Massa Manik dianggap sukses menjalankan restrukturisasi dengan memangkas jumlah direksi PTPN menjadi maksimal hanya tiga orang, yang sebelumnya, satu perusahaan PTPN dapat mempunyai empat sampai lima direktur.

Rabu, 15 Maret 2017

Sumarsono: Semangat Pemprov Tak Pernah Surut Turunkan Spanduk Provokatif

Plt Sumarsono semangat menurunkan spanduk provokatif
Plt Sumarsono semangat menurunkan spanduk provokatif. (metrotvnews.com)
Beritakepo.com. Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyatakan dia beserta jajarannya tetap bersemangat menurunkan spanduk-spanduk yang bernada provokatif walaupun mendapat protes dari pihak tertentu. Hal ini dilakukan demi komitmennya dalam menjaga iklim kondusif di Ibukota.

"Pemprov tidak akan surut semangatnya untuk menurunkan spanduk yang provokatif dan berbau sara karena demi menjaga kententraman dan ketertiban," ujarnya di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Selain upaya penurunan spanduk itu, Soni—sapaan akrab Sumarsono—menginginkan adanya pendekatan secara persuasif kepada tokoh masyarakat. Menurut dia, pendekatan itu mampu menjadi jembatan untuk saling memahami.

"Kita temui satu dari sekian ratus yang ada untuk kasih pengertian dalam rangka penertiban umum spanduk-spanduk yang provokatif tersebut," katanya.

Baca juga: Tak Terima Spanduk Provokatif Dicopot, Novel Akan Polisikan Sumarsono

Soni pun menginginkan agar masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya menciptakan ketentraman di Jakarta. Dia tidak ingin masyarakat terprovokasi oleh spanduk-spanduk itu.

"Kita bisa memaklumi dan mengerti, tapi mereka juga harus mengerti bahwa kita memiliki tugas menjaga suasana Jakarta yang harus senantiasa aman, nyaman, dan damai, tidak terprovokasi oleh spanduk-spanduk yang memang kita nilai itu salah baik pemasangan maupun substansinya," ucapnya.

Usai Dibui 75 Hari, Sri Bintang Pamungkas Akhirnya Dilepaskan

Sri Bintang Pamungkas bersama istri dan pengacaranya di tahanan
Sri Bintang Pamungkas bersama istri dan pengacaranya di tahanan. (kini.co.id)
Beritakepo.com. Setelah 75 hari menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, tersangka dugaan makar Sri Bintang Pamungkas dilepaskan oleh pihak kepolisian. Istri Sri Bintang, Ernalia Bintang Pamungkas membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, pria berusia 71 tahun tersebut dilepaskan pada Rabu (15/3).

"Benar, (dilepaskan) kemarin," kata Ernalia, Kamis (16/3), seperti diberitakan CNNIndonesia.com.

Ernalia menolak menjelaskan lebih detail perihal langkah pihak kepolisian membebaskan suaminya. Dia pun tidak menjelaskan komunikasi terakhir yang dijalin pihak keluarga dengan kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono belum dapat mengonfirmasi kabar tersebut. Ia mengaku harus menanyakan perihal kabar dilepaskannya Sri Bintang kepada penyidik terlebih dahulu.

"Nanti saya tanyakan dulu," kata Argo.

Sementara kini.com melaporkan Ernalia menyebut suaminya kasus belum bersedia memberikan keterangan langsung kepada media. Karena masih ingin cooling down alias pendinginan.

“Untuk sementara Mas Bintang berpesan tidak ada pemberitaan keluar. Mau cooling down dulu,” kata Erna, Rabu (15/3) sore kemarin dalam pesan elektroniknya.

“Kepada semua tim lawyers SBP, saya beserta seluruh keluarga mengucap terima kasih atas segala bantuan. Hari ini, berkat bantuan semua Tim lawyers, Mas Bintang dilepaskan dari tahanan,” tambahnya.

Sri Bintang resmi ditahan pada 3 Desember 2016 usai ditangkap bersama dengan tersangka dugaan makar lainnya di tempat berbeda. Dosen Teknik Industri UI ini mendekam di Rutan Narkoba bersama dengan kakak beradik Rizal Kobar dan Jamran yang juga menjadi tersangka dugaan makar.

Polisi memperpanjang masa tahanan Sri Bintang selama 40 hari pada 23 Desember. Kemudian polisi kembali memperpanjang masa tahanan Sri Bintang selama 30 hari pada 31 Januari.

Tak Terima Spanduk Provokatif Dicopot, Novel Akan Polisikan Sumarsono

Wakil Ketua ACTA Novel Bamukmin
Wakil Ketua ACTA Novel Bamukmin. (CNN Indonesia)
Beritakepo.com. Aktivis Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) berencana melaporkan Plt Gubernur DKI Sumarsono terkait pencabutan spanduk provokatif larangan salat jenazah para pendukung Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Hingga kini Sumarsono memerintahkan anak buahnya mencabut 266 spanduk yang di pasang di sejumlah masjid di Jakarta.

"Kami akan klarifikasi dulu dasar hukumnya. Kalau tidak ada dasar hukumnya kami akan laporkan sebagai pidana pencurian," kata Ketua ACTA, Krist Ibnu T Wahyudi dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3), seperti diberitakan CNN Indonesia.

Krist mengatakan spanduk larangan menyalati jenazah pendukung Ahok bukan merupakan pernyataan provokatif, tapi syiar agama. Dia menganggap Sumarsono tidak memahami baik arti syiar dalam Islam.

"Kami yakin Pak Gubenur (Sumarsono) kurang memahami arti provokatif dan arti syiar, yang dilakukan pengurus masjid itu syiar, wajib disampaikan," kata Krist.

Wakil Ketua ACTA Novel Bamukmin mengatakan spanduk pelarangan menyalatkan jenazah pendukung Ahok berlandaskan beberapa surat dalam Al Quran. Novel mengatakan intinya surat itu menyebutkan haram apabila golongan kafir memimpin DKI Jakarta.

Novel mengatakan penerapan larangan pemimpin kafir hanya berlaku di wilayah mayoritas Islam. Di wilayah minoritas Islam, partai dapat mendukung calon non-muslim.

“Umat Islam menjadi mayoritas di Jakarta, berbeda dengan di Bali, Papua, dan Maluku," kata Novel yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam Indonesia (FPI).

Novel menepis kabar spanduk yang dipasang di masjid merupakan pesanan pihak tertentu terkait Pilkada DKI. Dia berkata, pemasangan spanduk sebagai kelanjutan aksi penolakan terhadap Ahok dalam demonstrasi 4 November dan 2 Desember 2016.

"Ini kan ada awalnya di aksi 411, 212. Ada masalah penistaan. Umat merasa perlu peringatkan umat lainnya," ucapnya.

Sementara itu Mabes Polri mengkategorikan pemasang spanduk larangan menyalatkan jenazah pendukung Ahok sebagai bentuk pidana ujaran kebencian (hate speech). Tindak pidana ujaran kebencian merupakan produk hukum dari Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian.

Polisi saat ini tengah menyelidiki pihak yang bertanggungjawab dalam pemasangan spanduk provokatif tersebut.

Sementara itu calon wakil gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam berbagai kesempatan mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan spanduk provokatif.

"Kami minta pak RT, RW, tokoh masyarakat di sini, mari kita ciptakan Jakarta yang sejuk dan damai. Kalau ada spanduk provokatif, jangan terpancing, lapor saja ke polisi ya," kata Djarot saat blusukan di Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu.

KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia di Usia 72 Tahun

KH Hasyim Muzadi meninggal dunia
KH Hasyim Muzadi meninggal dunia
Beritakepo.com. Iinnalillahi wa inna ilaihi rooji'un, umat Islam di Indobesia khususya warga nahdliyin berduka cita. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Hasyim Muzadi meninggal dunia tadi pagi (16/3), sekitar pukul 06.15.

Kabar ini dibenarkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

"Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini.Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya.Al-faatihah..," ujar dia lewat akun Twitter-nya, @lukmansaifuddin beberpa saat yang lalu.

Hal serupa juga diungkapkan ulama kharismatik Nadhlatul Ulama (NU), Kiai Mustofa Bisri. Dilansir akun twitter-nya, pria yang kerap menulis puisi ini sangat kehilangan akan sosok almarhum.

"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Semoga husnul Khãtimah," ungkapnya.

Ucapan dukacita atas wafatnya Hasyim Muzadi juga disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

"Innã liLlãhi wainnã ilaiHi rãji'űn. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Semoga husnul Khãtimah," tulis Gus Mus di akun Twitternya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf juga mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya mantan Ketua Umum PBNU tersebut. "Innalillahi wainnalillahi raji'un. Turut berduka cita yg sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Hasyim Muzadi. Semoga almarhum husnul khotimah," ungkap Triawan.

Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana menjenguk Hasyim Muzadi di kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur. Jokowi menginstruksikan tim dokter kepresidenan membantu penanganan medis anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) itu.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat. Jenazah bakal diberangkatkan dari Malang selepas zuhur.

KH Hasyim Muzadi lahir pada 8 Agustus 1944 ini wafat setelah menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Viral di Medsos, Korlantas: 'Pengawal' Porsche di Busway Bukan Polisi

Mobil Porsche dikawal polisi di jalur busway
Mobil Porsche dikawal polisi di jalur busway. (Istimewa)
Beritakepo.com. Foto mobil Porsche yang tengah 'antre' di belakang bus TransJakarta di busway dengan kawalan polisi itu sudah tersebar luas di media sosial. Tidak jelas siapa yang memotret foto tersebut yang kemudian di-share netizen.

Namun pihak Korps Lalu Lintas Polri menyebutkan, sang 'pengawal' bukanlah anggota kepolisian.

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui foto yang beredar di media sosial tersebut. "Ooo.. yang ini. Sudah lihat dari medsos kemarin," katanya, Rabu (15/3/2017), dilansir Detikcom.

Royke kemudian mengamati foto tersebut. Dari hasil pengamatannya, ia melihat keganjilan pada rompi 'polisi' dan sepeda motor yang berada di belakang bus TransJakarta. Posisi motor pengawal itu berada di depan Porsche bernopol B-1775-BAE.

"Rompinya nggak ada tulisan 'POLISI' dan pelat nomornya enggak kebaca, dan sepertinya warna hitam (pelat nomornya). Coba deh di-zoom," tambahnya.

Royke memastikan 'pengawal' itu bukanlah polisi. "Ya, pasti bukan polisi kalau pelat hitam motornya," tegas mantan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya ini.

Namun belum bisa dipastikan apakah pengemudi sepeda motor tersebut mengawal mobil sport tersebut atau hanya kebetulan sama-sama menerobos busway.

"Bisa saja antara mobil dan motor tersebut nggak saling kenal," ujarnya.

Pengemudi mobil sport itu masih bisa ditilang meski waktu kejadian sudah berlalu.

"Bisa dipanggil dan dihukum (pengemudi Porsche, red)," ujarnya.

Menurutnya, polisi bisa melacak pengemudi mobil tersebut berdasarkan pelat nomornya. Pengemudi bisa ditilang dan dijerat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena melanggar rambu-rambu.

"Dendanya maksimal Rp 500 ribu," imbuhnya.

Dia menegaskan mobil Porsche yang masuk busway melanggar aturan. Mobil tersebut, menurut Royke, seharusnya disetop anggota yang ada di lokasi.

"Harusnya ditilang itu," ujarnya.

Hendak Berfoto, Bocah TK Diterkam Harimau di Museum Satwa Jatim Park II

Ilustrasi bocah berfoto dengan harimau di Jatim Park II
Ilustrasi bocah berfoto dengan harimau di Jatim Park II. (Istimewa)
Beritakepo.com. Putri, bocah berusia 4 tahun dari sebuah taman kanak-kanak (TK) di Kediri, diterkam anak harimau saat akan berfoto bersama satwa tersebut di museum satwa Jatim Park 2, Batu, Jawa Timur.

"Memang (Selasa) kemarin kami menerima informasi awal tentang kejadian itu sekitar pukul 17.00 wib," kata Kasubbag Humas Polres Batu AKP Waluyo, Rabu (15/3/2017), dilansir Detikcom.

Dari informasi yang dihimpun, di wahana Jatim Park 2, bocah tersebut hendak foto bersama dengan anak harimau. Anak harimau itu terkejut dengan suasana di sekitarnya yang ramai oleh teriakan anak-anak kecil, sehingga langsung memeluk bocah yang hendak foto dengannya.

Pelukan sekaligus cakaran anak harimau itu membuat bocah 4 tahun dari Kediri itu mengalami luka cakar yang cukup dalamdi bagian dada dan punggung.

Dilansir Surya Malang, Putri kini sedang dirawat di RS Baptis Kota Batu. Salah satu perawat di RS Baptis Kota Batu, mengatakan, Putri sedang sudah masuk ruang OKA dan menjalani operasi.

"Masuk ke rumah sakit pukul 3 sore. Jam 8 tadi barusan masuk ruang operasi. Iya, lukanya sangat dalam dibagian dada," kata salah perawat. Namun, pihak rumah sakit enggan berkomentar banyak.

"Mungkin bisa besok saja ya, karena kondisi anaknya juga sedang diruang operasi, dan orangtuanya juga menunggu operasi," imbuhnya.

Sementara, Marketing & Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Ariyanto membeberkan kronologi kejadian tersebut.

"Ini murni karena kecelakaan. Tidak ada unsur kesengajaan dari pihak siapa pun. Saya mendapatkan laporan dari keeper, bahwa kejadiannya itu, ada sekelompok anak TK yang ingin berfoto dengan anak harimau. Lalu di belakangnya lewat sekelompok anak SD yang senang sekali lihat harimau," kata Titik saat dikonfirmasi, Rabu (15/3/2017).

Titik melanjutkan, kalau sekelompok siswa SD itu berteriak dan mengagetkan anak harimau. Saat itu karena posisi yang paling dekat dengan anak harimau ialah korban bernama Putri, ia diterkam oleh anak harimau yang terkejut itu.

"Saat itu ada dua keeper, satunya yang menjaga, satunya yang mengawasi. Dua keeper itu juga kualahan dan tidak bisa menahan amukan dari anak harimau yang berusia 6-7 bulan," lanjut Titik.

Ia menambahkan, atas kejadian ini biaya perawatan korban ditanggung pihak Jatim Park 2.

Ketua KPK: Ada Kasus Baru yang Kerugiannya Lebih Besar dari e-KTP

Ketua KPK Agus Rahardjo ungkap kasus baru
Ketua KPK Agus Rahardjo ungkap kasus baru. (Detikcom)
Beritakepo.com. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut ada kasus baru yang ditangani KPK yang indikasi kerugian negaranya lebih besar daripada kasus korupsi proyek e-KTP yang mencapai Rp 2,3 triliun berdasarkan catatan BPK.

"Contoh paling sederhana, (kasus e-KTP dengan kerugian keuangan negara) Rp 2,3 triliun itu salah satu kasus yang sekarang baru ramai. Tapi yang lebih besar dari itu juga masih ada," ucap Agus dalam sambutannya di acara diskusi panel di auditorium Perbanas Institute, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017), dilansir Detikcom.

Selepas acara, Agus menyebut kasus besar itu dalam hal indikasi kerugian keuangan negara, bukan pada nama-nama besar yang terseret. Dalam kasus korupsi e-KTP, nama-nama besar memang tercantum dalam surat dakwaan.

"Bukan (kasusnya) besar, duitnya yang besar. Ada yang kerugian indikasinya lebih besar, tapi kalau pelakunya tidak sebesar yang hari ini (e-KTP)," ucap Agus.

"Kasus lama, Pak?" tanya wartawan.

"Kan nggak boleh melempar isu, nanti dikira saya berpolitik gitu," elak Agus.

"Kalau gitu kasus baru berarti, Pak?" cecar wartawan lagi yang dibenarkan oleh Agus. "(Kasus) baru, baru," jawab Agus.

Namun sayangnya, Agus tidak merinci lebih detail kasus apakah itu dan berapa nilai dugaan kerugian negara yang ditimbulkan.

Grup Pedofil di FB Simpan Ratusan Film dan Foto Porno Anak

Grup Official Candy's Groups di Facebook
Grup Official Candy's Groups di Facebook
Beritakepo.com. Polisi mencatat setidaknya ada 500 film dan 100 foto bermuatan pornografi anak dalam grup Facebook "Official Candy's Groups". Grup tersebut adalah komunitas pedofil yang saling berbagi konten pelecehan dan pencabulan terhadap anak-anak.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan pihaknya masih berusaha mengidentifikasi anak-anak dalam video dan foto tersebut.

"Kami angkat dari digital forensik, dari gadget yang terdapatkan (barang bukti ponsel milik para tersangka), begitu juga dari akun Facebook ada 500 film dan 100 gambar. Satu persatu akan kami pelajari dan dicari yang lengkap," ujar Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/3/2017).

Baca: Official Candy's Group dan Ancaman Predator Anak di Medsos

Konten-konten yang ditemukan memperlihatkan bagian tubuh anak, termasuk saat pencabulan dilakukan. Tak jarang pelakunya membubuhkan identitasnya untuk memastikan konten yang dibaginya itu asli perbuatannya.

Salah satu syarat bergabung dalam grup ini adalah tiap orang tidak boleh mengunggah konten atau anak yang sudah pernah diunggah sebelumnya. Grup yang dibuat pada 2016 itu sempat memiliki 7.479 anggota.

Adapun jumlah korban yang sebelumnya ada enam anak dari empat tersangka, kini bertambah menjadi delapan.

"Kita harus tahu pelakunya siapa, kemudian di mana dilakukan, kemudian korbannya ditemukan. Jadi bukan hanya gambar," kata Wahyu.