Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

40 Perawat Honorer Dan K2 Perwakilan Pati Pulang Membawa Senyuman

MOKI, PATI-Satu rombongan perawat honorer dan K2 yang mewakili Kabupaten Pati ikut bergabung dengan rekan-rekannya dari seluruh Indonesia menyampaikan aspirasi di gedung DPR-RI menuntut hak diangkat sebagai pegawai ASN tanpa syarat sesuai dengan pengabdian selama ini mereka kerjakan sudah kembali sampai di Pati dengan selamat. Rombongan yang mencater bus Kalingga Jaya ini tiba di Pati pukul 05.00 Wib di halaman Stadion Joyokusumo. Jum'at, 17/3/2017.

Dengan perjuangan yang cukup melelahkan mewakili rekan-rekan perawat honorer dan K2 ikut bergabung menyampaikan aspirasi di gedung DPR-RI agar diangkat sebagai pegawai ASN sesuai dengan tugas dan kerja yang cukup berat. Karena perawat honorer dam K2 dengan modal sekolah biaya mahal dengan pengabdian selama 10-15 Tahun ditambah tanggungjawab terhadap pasien cukup berat, hanya mendapatkan gaji sebesar Rp. 500.000/bulan.

Saat mereka di Jakarta menyampaikan aspirasinya, dari perwakilan perawat honorer dan K2 Seluruh Indonesia tersebut ditemui oleh Komisi 2 dan Wakil Ketua DPR-RI Fadly Zon mendapat harapan angin segar. Semua perawat honorer dan K2 dijanjikan akan diangkat sebagai pegawai ASN tanpa syarat dengan mekanisme melalui Pemerintah daerah. 

Kordinator lapangan rombongan perawat honorer dan K2 Kabupaten Pati Eko Purnomo kepada KabarInvestigasi mengatakan,"Alhamdulilah, dengan Rahmat Allah dan perjuangan kami perawat honorer dan K2 yang sudah mengabdi 10-15 Tahun dengan tanggungjawab terhadap pasien yang sangat berat, saat melakukan menyampaian aspirasi di DPR-RI, suara kami didengar oleh Komisi 2 dan Wakil DPR-RI Fadly Zon, kami dijanjikan seluruh perawat honorer dan K2 akan diangkat sebagai pegwai ASN tanpa syarat dengan mekanisme melalui Pemerintah Daerah masing-masing,"jelasnya.

"Jadi, kami pulang dengan rasa syukur dan senyuman atas segala upaya, sampai akhirnya suara kami didengar oleh DPT-RI,"Eko Purnomo menambahkan. (Aris)

Kamis, 16 Maret 2017

Penyambutan Pimpinan Baru Jajaran Polres Pati

MOKI, PATI-Jajaran Kepolisian Resort Pati melakukan penyambutan Pimpinan Kapolres baru di Mako Polres dengan adat upacara penyambutan dan penyerahan kunci gedung Polres dari Pimpinan yang lama AKBP Ari Wibowo, S.ik Kepada Piminan yang baru AKBP Maulana Hamdan, S.ik. Jum'at, 17/3/2017. Pukul, 08.00 Wib.

Pergeseran pucuk Pimpinan Polres Pati ini sudah dilakukan pelantikan kemarin di Polda Jateng yang dilakukan oleh Kapolda Irjen Pol Condro Kirono, Kapolres Pati yang lama AKBP Ari Wibowo, S.ik bergeser ke Polda Jatim sebagai Kepala Bagian Pembinaan dan Karir dan AKBP Maulana Hamdan, S.ik yang sebelumnya menduduki Kapolres Kendal bergeser menjadi Kapolres Pati.

Terhitung mulai hari ini Polres Pati resmi dipimpin Kapolres Baru AKBP Maulana Hamdan, S.ik, penyambutan Kapolres baru tersebut dilakukan upacara penyamburan di halaman depan Mako Polres sebagai tanda selamat datang dengan ditandai penyerahan kunci Mako Polres oleh AKBP Ari Wibowo, S.ik diberikan kepada AKBP Maulana Hamdan, S.ik.

Bagi AKBP Ari Wibowo, S.im Pimpinan baru Polres Pati bukan orang asing karena mereka berdua satu letting di Sespim. Karena itu mereka terlihat sangat akrab saat memasuki ruang Pimpinan dan bercengkrama.

Dalam sambutannya kepada Anggota Jajaran Polres Pati, AKBP Ari Wibowo, S.ik  mengatakan,"Terima kasih Kepada seluruh Anggota dijajaran Polres Pati yang selama ini sudah menjadi bagian dari keluarga, bila ada kurang dari diri saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk Kamtibmas di wilayah Kabupaten Pati sudah sangat baik, semoga AKBP Maulana Hamdan, S.ik sebagai Pimpinana baru Polres Pati bisa membawa Kabupaten Pati lebih baik lagi. Mari kita menjaga hubungan silahturami dan selalu solidkan Korp Kepolisian,"ujarnya.

Kapolres Baru AKBP Maulana Hamdan, S.ik juga menyampaikan terima kasihnya atas penyambutan yang dilakukan oleh Jajaran Polres Pati dan akan meneruskan program-program Kapolres lama, terutama selalu menjaga Kamtibmas di wilayah Polres Pati. (Aris)


Rakyat Aceh Rela Mati Demi Agama Hadapi Ancaman Biksu Radikal Myanmar

Terkait ancaman dari tokoh Buddha radikal asal Myanmar Ashin Wirathu  terhadap Aceh akibat diterapkan hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh. Sejumlah masyarakat siap menerima tantangan sang radikal tersebut.
Rakyat Aceh Rela Mati Demi Agama Hadapi Ancaman Biksu Radikal Myanmar
"Pas sekali ancaman itu, karena kami sudah lama menunggu perang dengan tokoh radikal yang membasmi muslim Rohingya itu, dan kami siap perang dengan mereka," tutur salah seorang di warkop Ulee Kareng Banda Aceh.

Bukan hanya dii sejumlah warung jadi perbincangan ancaman Tokoh Budha tersebut, bahkan di jejaring sosialpun menjadi heboh bahkan siap jihad para pemuda yang ada di Aceh untuk melawan

Menurut para sumber, Rakyat yang diindentik dengan karakter militer jangan sekali-kali memancing ancaman, karena tampa dijual rakyat Aceh siap untuk dibeli, dan Aceh dari dulu hobi dengan perang, apa lagi membela Islam, rakyat Aceh rela mati demi Agama.

Diberitakan sebelumnya, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.

“Tidak ada satu pun umat Buddha yang dianiaya kecuali kami akan membalasnya, ” tuturnya. 
sumber: https://goo.gl/n2DL0G

Kenapa Justru Malaysia Yang Lebih Respect Atas Ancaman Biksu Bengis Ketimbang Jokowi dan Para Mentrinya?

Pasca tempo melakukan framing berita yang menyudutkan umat islam atas pelaksanaan hukuman cambuk warga aceh yang ketahuan melakukan judi, dimanya yang bersangkutan memang dikabarkan non-muslim. Ternyata tempo menggunakan framing berita ini mendongkrak reader  dengan melakukan framing, namun setelah mendapat kritik judul beritanya langsung diganti.
Kenapa Justru Malaysia Yang Lebih Respect Atas Ancaman Biksu Bengis Ketimbang Jokowi
Nampkanya apa yang dilakukan wiratu yang langsung bereaksi atas pelaksanaan hukuman tersebut disebut sebut pengaruh dari pemberitaan tempo, pasalnya hanya tempo yang memberitakan dengan bahasa yang profokasi.

Akan tetapi ancaman biksu buddha tersebut, ditanggapi serius oleh perdana mentri malaysia, yang langsung bereaksi balik atas upaya wiratu yang mengancam akan menyerbu umat islam aceh.

Wiratu memang terkenal bengisnya membantai umat islam rohingya dengan membabi buta, mengusir umat islam dari rumah mereka dan melakukan pembantaian atau genoside.

Hal yang amat disayangkan, kenapa justru malaysia yang cepat dan respect terhadap umat islam aceh, dimana para penguasa negri ini. Kenapa kehadirannya tidak dirasakan oleh umat islam dinegri ini, saat kondisinya diancam oleh sekelompok buddha.

Banyak netizen menyayangkan sikap pemerintah yang abai terhadap ancaman biksu buddha tersebut, setidaknya memberikan pernyataan balik kan bisa, tapi hal itu tidak dilakukan.

Netizen mengungkapkan kekecewaannya terhadap abainya pemerintah, nampaknya pemerintah sibuk bela kepentingan ahok dan aseng, serta sibuk berupaya menutupi boroknya sendiri yang kalo tidak ditutupi dengan rapat akan ketahuan. Mulai dari skandal ahok, korupsi besar-besaran papa minta KTP. Membela mati-matian mereka para pelaku korupsi agar tidak terbongkar, karna mereka punya jasa besar terhedap rezim penguasa sekarang.

Sebagai contoh novanto, ia yang harusnya dijebloskan kepenjara atas kasus papa minta saham, tapi dia siap pasang badan namanya hancur dalam skandal tersebut demi bela jokowi. Tentu hal ini merupakan jasa besar bagi jokowi untuk membalas jasanya.

Ironi penguasa negri ini, mereka tidak memiliki rasa cinta terhadap islam dan umatnya, mereka sibuk mengurusi kepentingan dan kroni-kroninya demi membela sang majikan tercinta, sementara urusan rakyat dan umatnya dia abaikan begitu saja seolah tak terjadi apa-apa.

Disinilah letak bobroknya penguasa negri ini, sistem yang bobrok sungguh sangat memberikan keuntungan untuk mereka mengumpulkan pundi-pundi pribadi dan menjadi jongos asing dan aseng, naudzubillah.

Saatnya umat islam bersatu dibawah bendera tauhid dan dibawah kepemimpinan islam dan sistem yang berasal dari alqur'an dan sunah dengan dipimpin oleh pemimpin yang amanah yang mencintai rakyat dan dicintai rakyat.
sumber: http://ift.tt/2nKSFoa

Menteri Malaysia: Budha Wirathu Nekat Ke Aceh, Rudal Kami Menyambut Duluan

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein, menanggapi seruan Wirathu yang mengancam akan menyerang Aceh, Rabu (15/3/2017).
Menteri Malaysia: Budha Wirathu Nekat Ke Aceh, Rudal Kami Menyambut Duluan
Berbicara kepada wartawan di lobi parlemen, Hishamuddin mengatakan bahwa Malaysia memiliki hubungan istimewa dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam.

Hishamuddin mengatakan, Malaysia akan dengan senang hati mengirimkan rudal-rudal mereka jika mendeteksi ada kapal atau pesawat Myanmar yang berisi biksu yang ingin menyerang Aceh.

”Hubungan Malaysia dan Indonesia seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Kami tidak akan membiarkan seorang biksu pun yang dengan leluasa melewati laut Malaysia, tanpa berhadapan dengan rudal-rudal kami,” katanya.

Malaysia yakin Biksu Wirathu akan berpikir hingga sejuta kali jika ingin membuat rusuh di Aceh.

”Sangat tidak masuk akal jika Biksu Wirathu berani ke Aceh. Saya yakin ia akan membuat lubang kuburnya sendiri jika berani ke sana,” imbuh dia, seperti dikutip The Star.

Menhan Malaysia yang masih kerabat dekat Perdana Menteri Najib Razak ini menambahkan bahwa sejarah peperangan Aceh saat melawan Belanda adalah salah satu perang paling lama di dunia.

”Keberanian rakyat Aceh sudah tercatat dalam sejarah dunia. Perlawanan mereka melepaskan diri dari penjajahan Belanda adalah salah satu perang terlama di dunia,” lanjutnya.

Kebakaran Hanguskan 7 Pintu Rumah Milik Oknum Wartawan Citra Aceh

MOKI, Langsa-Aceh. Ratusan warga berhamburan keluar rumah akibat terjadinya kebakaran setelah Sholat Isya, sekira pukul 19.30 WIB di Gampong Mutia, Kecamatan Langsa Kota.

Kebakaran tersebut begitu cepat yang kebetulan, sebelum terjadinya kebakaran arus PLN Kota Langsa diduga sedang dalam pemadaman listrik sejak pukul 18.00 WIB, kebakaran rumah yang meratakan dengan tanah setelah Sholat Isya yang begitu cepat, yakni rumah tersebut di bangun berdempetan dari bahan bangunan kayu papan, Kamis (16/3/2017).

Menurutnya salah seorang warga Gampong Mutia, Bahagia yang dihimpun media ini dirinya menjelaskan, sumber api tidak diketahui berasal dari mana, setahunya kebakaran itu meludeskan 7 pintu rumah, sesudah Sholat Isya habis waktu magrib, lantaran saat itu di duga pihak PLN Kota Langsa sedang adanya pemadaman arus litrik, saat kebakaran kami semua warga berhamburan melihat api bertambah besar, rupanya yang terbakar itu rumah milik oknum Wartawan Citra Aceh" Katanya.

Sementara keterangan dari warga sekitar yang namanya tidak ingin disebutkan, pemilik rumah Abdul Thaleb sudah lama jarang dirumah bersama keluarganya, setahunya mereka menempati rumah di Lhok Bani, Kecamatan Langsa Barat, sambilan membuka usaha jualan disana sedangkan rumah ini di tempati oleh pihak keluarganya yang lain sebelum kebakaran.

"Pantauan Media ini, kebakaran tersebut Pemko Langsa mengerahkah dua unit Mobil Pemadam Kebakaran, sebagai anti reaksi cepat dalam melakukan penyiraman api, yakni agar api tidak meluas karena keberadaan rumah penduduk sangat berdekatan, musibah yang dialami Wartawan Citra Aceh, kerugian harta benda di tafsir mencapai ratusan juta rupiah tanpa satupun bisa diselamatkan.(Rusdi Hanafiah).

Kapolres Grobogan Yang Baru, Blusukan Menyapa Masyarakat

MOKI, GROBOGAN - Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano SIK MSI MM yang belum genap seminggu bertugas di Grobogan, tidak canggung blusukan menyapa warga Kabupaten Grobogan, Hal tersebut dilakukan AKBP Satria seusai mengecek Rumah Dinas yang akan ditempatinya. Dengan masih memakai pakaian dinas resmi, AKBP Satria langsung berjalan kaki menyusuri jalan raya dan menyapa setiap orang yang ditemuinya. Bahkan sampai tukang becak diajaknya ngobrol.

Kapolres Grobogan yang baru AKBP Satria Rizkiano SIK MSI MM Kamis ( 16/3/2017 ) mengatakan “Tadi saya ketemu Bapak pengayuh becak yang sedang mangkal di Jalan. Bhayangkara, saya ajak mereka ngobrol sekaligus kulonuwun pada warga grobogan,” ujarnya.

Salah satu seorang tukang pengayuh becak, Tedjo (54) mengaku kaget ketika tahu yang mengajaknya ngobrol adalah Kapolres Grobogan yang baru. “Ga nyangka itu Kapolres, semoga bisa betah di Grobogan dan membuat Grobogan aman,” kata Tedjo.

Dalam kegiatan menyapa masyarakat yang dekat dengan kediaman rumah dinasnya di Jalan. Bhayangkara bisa menjadikan salah satu kegiatan yang bertujuan menjadikan kegiatan menyapa masyarakat untuk lebih dekat antara aparat Kepolisian dengan Masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah tengah masyarakat Kabupaten Grobogan, khususnya masyarakat Kota Purwodadi. ( Miftakh )

Rabu, 15 Maret 2017

Polisi Tangkap Seorang Nenek Di Duga Jual Ganja Belum Juga Bertaubat

MOKI, Langsa-Aceh. Seorang warga Gampong Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota yang sudah menjadi nenek berinisial, ER. (52), bahkan dirinya sudah berulang kali di tangkap oleh pihak kepolisian Satuan Narkoba Polres Langsa, yang keluar masuk penjara, tapi masih juga tidak kapok untuk bertaubat karena kasus menjual duan ganja kering yang dilarang oleh Negara, Nenek, ER. ditemukan pihak kepolisian Polres Langsa di Lorong Narisah, Rabu (15/03/2017).

Nenek berinisial,ER. (52) saat ditangkap bersama dengan lima orang didalam rumah, sekitar pukul 06.30 WIB, yang diduga ikut juga menjual daun ganja kering tersebut. Tersangka,ER. ditangkap dengan barang bukti 10 kg ganja kering yang belum dikemas.

Dari pengakuan,ER. terpaksa menjual ganja tersebut, karena terdesak dengan faktor ekonomi untuk menghidupi keluarganya. Sebab sang suami sudah duluan mendekam dalam penjara karena terjerat kasus yang sama.

Sementara terkait hal tersebut, Kasat Narkoba Polres Langsa, Iptu Agung Wijaya Kusuma yang di konfirmasi awak media menyampaikan, tersangka,ER. diduga telah lama sebagai pengedar ganja bersama anggota keluarganya dan apalagi suami dari,ER. juga sudah mendekam didalam penjara akibat kasus narkoba yang sama.

Berdasarkan perbuatan yang dilakukan nenek berinisial,ER. bersama sejumlah tersangka lainnya, dijerat undang-undang RI No 35 tentang Narkotika, bagi para tersangka kesemua mereka diancaman hukuman penjara selama 6 tahun.(Rusdi Hanafiah).

Foto: Nenek berinisial ER, di tangkap Polisi, karena tersandung kasus narkoba.

39 Orang Perawat Honorer Mewakili Kabupaten Pati Berangkat Ke DPR-RI Ikut Demo

MOKI, PATI-Sebanyak 39 orang perawat honorer mewakili Kabupaten Pati berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan rekan-rekannya ikut unjuk rasa di DPR-RI menuntut diangkat sebagai Pegawai ASN. Mereka berkumpul di Stadion Joyokusumo pukul 16.30 Wib, mencater bus Kalingga Jaya kemudian berangkat ke Jakarta. Rabu, 15/3/2017.

Daftar nama anggota perawat honorer dan K2 yang ikut solidaritas ke Jakarta sebagai berikut:
1.Santoso (Kepala Puskesmas Dukuhseti).
2.Eko Purnomo (DPK Pati).
3.Suwanto (DPK Tayu).
4.Beny Susilo (DPK Tayu).
5.Ngatminingsih (DPK Tayu).
6.Tejo Wibowo (DPK Tayu).
7.Heny Purwaningrum (DPK Tayu).
8.Nur Istiqomah (DPK Tayu).
9.Sarmi (DPK Juwana).
10.Siti Romlah (DPK Juwana).
11.Tutik hartiwi (DPK Juwana).
12.Moh Ali (DPK Juwana).
13.Moh Roni (DPK Juwana).
14.Maulin Nikmah (DPK Juwana).
15.Ali Anwar (RSU Suwondo).
16.Puryanto ( RSU Suwondo ).
17.Suparlan (RSU Suwondo).
18.Wahyu Susilo ( RSU Suwondo).
19.Endang w. ( RSU Suwondo).
20.Budi Arti ( RSU Suwondo ).
21.M. Jaelani ( DPK Pati).
22.Joko Santoso ( DPK Pati).
23.Agnis Sagita (DPK Pati).
24.Riyana Dwi Ameri ( RSU Kayen).
25.Elis Yulaikhoh (RSU Kayen).
26.Nur Nanik (RSU Kayen).
27.Yuliana (RSU Kayen).
28.Slamet Sugianto (DPK Jakenan).
29.Bambang Kristiyono (DPK Jakenan).
30.Tatik Gianti (DPK Jakenan).
31.Andi Hartono (DPK Jakenan).
32.Ririn Susanti (DPK Jakenan).
33.Sutiyarso (DPK Kayen).
34.Dina Puspitasari (DPK Jakenan).
35.Erni Susilowati (DPK Kayen).
36.Muhamad Saefudin (DPK Kayen).
37.Masriroh Nursiyamah (DPK Kayen).
38.Indah melati (DPK Kayen).
39.Sulistiyowati (DPK Kayen).

Para perwakilan perawat honorer Kabupaten Pati akan bergabung dengan peserta lainnya untuk mengikuti Aksi Damai pada hari Kamis tanggal 16 Maret 2017 pukul 07.00 Wib sampai dengan pukul 12.00 WIB di depan Gedung DPR-RI.

Mereka akan menyampaikan tuntutan dan aspirasi kepada DPR-RI untuk mengangkat perawat honorer seluruh Indonesia menjadi pegawai ASN dan memeberikan kesejahteraan. Jangan menganak tirikan dan mendiskreditkan, karena selama ini perawat honorer dengan modal sekolah mahal dan tanggungjawab pasien yang sangat berat hanya mendapatkan gaji Rp. 500.000 per bulan.

Kordinator lapangan Eko Purnomo kepada KabarInvestigasi membenarkan keberangkatannya ke Jakarta untuk bergabung dengan rekan-rekannya ikut manyampaikan aspirasinya di DPR-RI. "Benar kami bersama perawat honorer dan K2 yang diwakili dari masing-masing wilayah Kecamatan berangkat ke Jakarta ikut mendukung rekan-rekan perawat seluruh Indonesia aksi damai menyampaikan aspirasi agar diangkat sebagai pegawai ASN,"jelasnya.

Selama proses pemberangkatan aksi perawat honorer kab pati apabila ada perkembangan akan kami laporkan pada kesempatan pertama. (Aris)

Rahasia Terungkap, Siapa Habib Rizieq Sebenarnya, Ternyata !

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab adalah benar keturunan dari Rasulullah SAW,dan beliau pun pernah mengeluarkan pernyataan tentang silsilah dan keturunan rasulullah SAW, inilah perkataannya :
Rahasia Terungkap, Siapa Habib Rizieq Sebenarnya, Ternyata !
“garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”

Habib Husein Shihab (alm), ayah Habib Muhammad Rizieq Shihab.Habib Husein Shihab telah menghimpun para pemuda Arab untuk mengabdi pada bangsa melalui bidang kepanduan.pada tahun 1937 mendirikan PAI atau Pandu Arab Indonesia.

Sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya menjadi PII atau Pandu Islam Indonesia.

Di dalam diri Habib Rizieq Syihab mengalir darah Arab dan juga Betawi, status sosial beliau juga sebagai keturunan Habib dan mengaku sebagai keturunan ke-38 Nabi Muhammad SAW.

Sebutan lain dari Habib adalah Sayyid. Sayyid (jamak dari Sadah) adalah kata yang berasal dari bahasa arab, yang artinya tuan. Sharif (jamak dari Sharaf) yang artinya dihormati adalah sinonim dari Sayyid. Sayyid adalah gelar dan tertuju kepada seseorang atau kelompok.

Gelar ini identik untuk laki-laki, untuk perempuan adalah Sayyidah atau Syarifah. Sayyid tertuju kepada orang arab, khususnya yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad melalui cuu Beliau, Husein (anak dari Fatimah Az-Zahrah dan Ali bin Thalib).

Beliau menikah pada 11 September 1987 dengan Syarifah Fadhlun yang masih berasal dari keluarga dan kalangan Habib. Dari hasil pernikahannya, Beliau dikarunia lima orang anak : Rufaidah Shihab, Humairah Shihab, Zulfa Shihab, Najwa Shihab, dan Mumtaz Shihab. Kelima anaknya disekolahkan di Jami’at Khair, dan juga didatangkan guru privat (ilmu agama dan umum).

Selain berjualan minyak wangi dan perlengkapan shalat, Habib Rizieq juga berdakwah dan mengajar di Jami’at Khair. Di rumahnya setiap malam Jum’at diadakan pengajian yang dimulai dari pukul 17.30 sampai 20.30, wirid yang dilafadzkan adalah Wirid al-Lathif dan Ratib Al-Haddad. Dua macam wirid ini populer di kalangan tarekat Haddadiyah , yang namanya diambil dari Sayyid atau Habib Abdullah al-Haddad, yang dinisbahkan kepada Imam Alawi bin Ubaidillah putra Imam Ahmad al-Muhajir yang dipandang sebagai founding father kaum Hadhrami, kelompok Sayyid yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan.
Tarekat yang dianut oleh para Habaib adalah tarekat Alawiyyin/Alawiyyah, yang berasal dari kata Ba Lawi yaitu suatu marga yang berasal Sayyid Muhammad bin Alawi. Tarekat ini berbeda dengan tarekat lain pada umumnya, perbedaan itu dapat dilihat dari praktiknya yang tidak menekankan segi riyadhah (olah rohani) dan kezuhudan melainkan lebih menekankan kepada amal, akhlak, dan beberapa wirid serta dzikir ringan.

Dari perspektif sejarah, kelompok Sayyid yang sekarang ada di Indonesia berasal dari Hadramaut. Hadramaut adalah salah satu provinsi di Yaman Selatan. Seperti juga Habib Muhammad Rizieq Shihab, ayahnya itu juga sangat cekatan dalam memimpin dan memberikan pengarahan kepada para pemuda yang tergabung dalam Pandu Arab Indonesia. Saya, yang juga menjadi anggota pandu ini lebih setengah abad lalu, membandingkan penampilan sang ayah dengan putranya yang kini memimpin ratusan ribu massa FPI — menurut Habib Muhammad Rizieq Shihab anggota FPI di Indinesia sekitar lima juta orang.

Sangat jauh berbeda dengan penampilan sang ayah yang sering memakai jas dan dasi, putranya ini selalu mengenakan jubah dan sorban. ”Ayah saya memang modern dan orangnya sangat berbaur,” kata Habib Muhammad Rizieq Shihab, kelahiran Agustus 1965. Wajah Rizieq hampir sama dengan wajah almarhum ayahnya.

Habib Rizieq mengaku ketika ayahnya meninggal dunia tahun 1966, dia baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” katanya.

Sang ayah yang lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.”Sejak itu, Habib Muhammad Rizieq Shihab dipindahkan ke Jati petamburan dan terakhir lulus Riyadh University (kini King Saud University) Arab Saudi.

Menurut sejumlah teman almarhum Habib Husein Shihab yang kini rata-rata berusia diatas 80 tahun, pemimpin Pandu Arab ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.

Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini dia punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Dia banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan jip.

Di penjara dia divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, Habib Husein Shihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Dia selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Dia sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Nur Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.Suatu hari, Habib Muhammad Rizieq Shihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Dia menyatakan bangga, ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia.


Ayah Habib Husein Shihab, Habib Muhammad Shihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui Pitung yang merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Habib Husein Shihab, ayah dari Habib Muhammad Rizieq Shihab.Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab Lc,Ma

Lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965,ayah beliau Habib Husein bin muhammad Shihab dan ibu beliau Syarifah Sidah alatas,ayahnya meninggal semenjak beliau masih berumur 11 bulan,dan semenjak itulah Habib Muhammad Rizieq Shihab tidak dididik di pesantren. Namun sejak berusia empat tahun, Beliau sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Habib Muhammad Rizieq Shihab dan satu anaknya yang lain.

Habib Muhammad Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998. FPI mulai dikenal sejak terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Bentrokan bernuansa suku, agama, ras, antargolongan ini mengakibatkan beberapa rumah warga dan rumah ibadah terbakar serta menewaskan sejumlah orang.dan disini lah saya baru mengenal beliau.Nasabnya hingga ke Rasulullah S A W

Nasab Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW

Nasab Istrinya
Nasab Istri Habib Rizieq Syihab adalah Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad SAW.

Biodata
Nama : Habib Muhammad Rizieq Syihab
Lahir : Jakarta, 24 Agustus 1965
Ayah : Habib Husein Syihab (almarhum)
Ibu : Syarifah Sidah Alatas
Istri : Fadlun Yahya

Anak :
Rufaidah Syihab
Humaira Syihab
Zulfa Syihab
Najwa Syihab
Muntaz Syihab
Fairuz Syihab
Zahra Syihab

Pendidikan :
SDN 1 Petamburan, Jakarta (1975)
SMP 40 Pejompongan, Jakarta
SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta (1979)
SMAN 4, Gambir, Jakarta
SMA Islamic Village, Tangerang (1982)
Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul) King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi (1990)
Studi Islam, Universitas Antar-Bangsa (S2), Malaysia.(sumber: okezone)

Jejak Turki di Aceh Yang tidak Banyak Diketahui Orang

TURKI tidaklah asing di telinga masyarakat Indonesia, khususnya Aceh pada saat ini. Bukan hanya karena hubungan antara Indonesia dan Turki sekarang yang semakin dipererat dengan kunjungan Presiden SBY ke Turki pada akhir Juni lalu, tapi juga karena ikatan sejarah masa lalu yang telah mendarah daging khususnya bagi masyarakat Aceh. Gerakan-gerakan pemuda Turki masa lalu juga telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. 
Jejak Turki di Aceh Yang tidak Banyak Diketahui Orang
Hubungan Aceh dan Turki Usmani pada masa lalu sangatlah erat, hingga bisa dikatakan seperti hubungan adik dan kakak. Beberapa sumber baik yang berasal dari hikayat-hikayat Aceh seperti Hikayat Aceh, Hikajat Soeltan Atjeh Marhoem dan juga tulisan Nuruddin Ar-Raniry yakni Bustanu’s-salatin menunjukkan bahwa Kerajaan Turki Usmani dahulu telah membantu Kerajaan Aceh dalam memerangi bangsa Portugis.

Dalam Hikajat Soeltan Atjeh Marhoem dikisahkan tentang kemurahan hati Sultan Kerajaan Turki Usmani yang mengirimkan ahli-ahlinya untuk mengajarkan seni berperang, membangun Kerajaan Aceh, juga menghadiahkan beberapa meriam sebagai alat bantu perang yang terkenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Dinamakan Meriam Lada Sicupak karena jauh dan rumitnya perjalanan dari daratan Aceh ke Kerajaan Turki, yang mengakibatkan utusan Kerajaan Aceh tersesat sampai memakan waktu tiga tahun untuk sampai di daratan Turki. 

Mereka terpaksa menjual padi, beras, dan lada-hadiah untuk Raja Turki yang masing-masing barang tersebut dimuat dalam tiga kapal layar-demi bertahan hidup. Hanya tinggal Lada sebanyak setengah bambu (Lada Sicupak) yang bisa dipersembahkan kepada Raja Turki Usmani. Selain itu, pada De Hikajat Atjeh dikisahkan juga tentang kunjungan utusan Kerajaan Turki ke Aceh untuk mencari obat bagi Raja Turki yang sedang mengidap suatu penyakit. Setelah mendapatkan obat yang dicari, maka pulanglah utusan tersebut dari Aceh dan dilaporkanlah kepada Sultan Turki Usmani tentang kemegahan Kerajaan Aceh. 

Sultan pun mengatakan pada wazirnya, “Pada masa lampau di Bumi atas kehendak Allah terdapat dua Raja besar yaitu Nabi Sulaiman dan Raja Iskandar Zulkarnain, maka pada zaman sekarang atas kehendak Allah terdapat dua raja yang amat besar, kita di Barat dan Sri Sultan Perkasa `Alam Raja di Timur.”

Sayangnya, di dalam hikayat-hikayat tersebut tidak didapatkan informasi secara jelas tentang raja yang berkuasa di Turki dan di Aceh saat itu. Namun, berdasarkan sumber yang lebih terpercaya sebagaimana ditulis oleh Muhammad Said dalam Aceh Sepanjang Abad, pengiriman bantuan dari Turki ke Aceh terjadi ketika Sultan Ala’uddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar berkuasa di Aceh. Apabila kita membaca sumber yang ditulis sejarawan asing, baik dari Turki ataupun negara lain, disebutkan bahwa hubungan Kerajaan Aceh dan Turki telah terjalin sepanjang abad ke-16 sampai awal abad ke-17. 

Diperkirakan, Kerajaan Aceh telah menjalin hubungan dengan Turki semenjak Turki Usmani berada di bawah kekuasaan Sultan Selim I, kemudian berganti Sultan Sulaiman I, sampai masa Sultan Selim II, bahkan berlanjut lagi pada abad ke-19 ketika kekuasaan di tangan Sultan Abdulmejid II. Sumber Turki, Ismail Hakki Goksoy, menyebutkan, Sultan Ala’uddin Ri’ayat Syah Al-Kahhar mengirim surat kepada Sultan Sulaiman melalui duta besar Hussein bertanggal 7 Januari 1566 dengan tujuan meminta bantuan militer untuk memerangi pasukan Portugis. 

Namun, bantuan berupa ahli perang, kapal, meriam, tentara bersenjata lengkap tidak dapat segera dikirimkan dikarenakan beberapa peristiwa yang terjadi di Istanbul pada saat itu, termasuk juga peristiwa pengangkatan Sultan Selim II menggantikan Sultan Sulaiman yang mangkat.

Selama keberadaannya di Aceh, utusan yang dikirim dari Kerajaan Turki telah banyak memberikan kontribusi dan pengaruh besar terhadap Kerajaan Aceh. Di samping hubungan dagang antara dua kerajaan tersebut, Turki Usmani juga mendirikan akademi militer di Kerajaan Aceh yang telah mencetak pemimpin perang tangguh. Salah satunya Laksamana Keumalahayati. Keumalahayati adalah seorang perempuan Aceh yang pernah memimpin berpuluh kapal perang, yang di setiap kapal tersebut terdapat ratusan tentara. 

Di samping itu, Goksoy juga menyebutkan dalam tulisannya tentang bendera Kerajaan Aceh yang berlatar merah bersimbolkan bulan sabit dan bintang putih dengan pedang di bawahnya. Ini semua pengaruh dari Kerajaan Turki Usmani. Hubungan antara dua kerajaan berlanjut lagi pada pertengahan abad ke-19 ketika Belanda menjajah Aceh. Sultan Aceh meminta bantuan kembali kepada Turki Usmani agar mengirimkan pasukan dan juga meminta kerajaan Aceh agar ditegaskan sebagai bagian dari Turki Usmani. 

Tujuannya agar Belanda tidak dapat menguasai tanah Aceh. Namun, pada abad ini Turki Usmani telah mengalami kemunduran pesat karena kekuatan Eropa yang semakin kuat dan semakin berkuasa di tanah Turki. Tidak banyak hal yang bisa mereka lakukan, walaupun Turki Usmani mengirimkan sejumlah utusannya ke Aceh.

Setelah sekian lama tidak berhubungan dengan Aceh, Turki kembali mengirimkan bantuan kemanusiaannya setelah bencana gempa dan tsunami terjadi pada akhir tahun 2004. Tidak hanya berhenti pada saat itu, Turki terus melanjutkan bantuannya dengan mendirikan Sekolah Fatih dan juga memberikan bantuan berupa beasiswa bagi pemuda-pemudi Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan S1, S2 dan S3 ke Turki. 

Setiap tahunnya sejak tahun 2007, jumlah masyarakat Aceh yang menempuh studi di Turki semakin bertambah, khususnya pada tingkat strata-1 dengan bidang ilmu yang bervariasi seperti teknik, kedokteran, politik, komputer, hingga sejarah. Semoga saja persahabatan dua negara muslim ini akan mengulangi kejayaan Islam seperti abad keemasan Islam pada masa lalu.

Hikayat Perang Sabi Yang Ditakuti Dunia

Hikayat Prang Sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Tgk Chik Pante Kulu yang merupakan sebuah syair kepahlawanan yang membentuk suatu irama dan nada yang sangat heroik yang membangkitkan semangat para pejuang Aceh dari zaman penjajahan portugis sampai zaman penjajahan Belanda.
Hikayat Perang Sabi Yang Ditakuti Dunia
Hikayat Prang Sabi adalah salah satu inspirator besar dalam menentukan perjuangan rakyat Aceh. Memang sejak dulu bangsa Aceh sangat akrab dengan syair-syair perjuangan Islam, sajak-sajak akan sebuah hakikat keadilan. Hikayat ini selalu diperdengarkan ke setiap telinga anak-anak aceh, laki-laki, perempuan, tua muda, besar kecil dari zaman ke zaman dalam sejarah Aceh Sepanjang Abad.

Kalau kita belajar dari sejarah, maka Aceh lah negeri yang paling ditakuti oleh Portugis dan sulit untuk ditaklukkan oleh Belanda sejak tahun 1873 serta Jepang. Beribu macam taktik perang yang digunakan oleh para penjajah tetapi tidak dapat menguasai Aceh yang unggul dengan taktik perang gerilyanya. Sejarah mencatat bahwa perang kolonial di Aceh adalah yang paling alot, paling lama, dan paling banyak memakan biaya perang dan korban jiwa penjajah.

Pengaruh hikayat perang sabil hasil karangannya, telah mampu membangkitkan semangat jihad siapa saja yang membaca ataupun mendengarnya untuk terjun ke medan perang melawan penjajahan Belanda ketika itu. Sehingga Zentgraf dalam bukunya “Aceh” (1983) menulis banyak pemuda yang memantapkan langkahnya ke medan perang Aceh melawan Belanda karena pengaruh buku hikayat perang sabil yang sengaja ditulis seorang ulama besar Aceh bernama Tgk. Muhammad Pante Kulu.

Menurut Zentgraf, hikayat perang sabil karangan ulama Pante Kulu telah menjadi momok yang sangat ditakuti oleh Belanda, sehingga siapa saja yang diketahui menyimpan-apalagi membaca hikayat perang sabil itu mereka akan mendapatkan hukuman dari pemerintah Hindia Belanda dengan membuangnya ke Papua atau Nusa Kembangan. 

Sarjana Belanda ini menyimpulkan, bahwa belum pernah ada karya sastra di dunia yang mampu membakar emosional manusia untuk rela berperang dan siap mati, kecuali hikayat perang sabil karya Pante Kulu dari Aceh. Kalau pun ada karya sastrawan Perancis La Marseillaise dalam masa Revolusi Perancis, dan karya Common Sense dalam masa perang kemerdekaan Amerika, namun kedua karya sastra itu tidak sebesar pengaruh hikayat perang sabil yang dihasilkan Muhammad Pante Kulu.

Itu sebabnya, Ali Hasjmy menilai bahwa hikayat perang sabil yang ditulis Tgk. Chik Pante Kulu telah berhasil menjadi karya sastra puisi terbesar di dunia. Menurut Hasjmy, pengaruh syair hikayat perang sabil sama halnya dengan pengaruh syair-syair perang yang ditulis oleh Hasan bin Sabit dalam mengobarkan semangat jihad umat Islam di zaman Rasulullah. Atau paling tidak, hikayat perang sabil karya Chik Pante Kulu dapat disamakan dengan illias dan Odyssea dalam kesusastraan epos karya pujangga Homerus di zaman “Epic Era” Yunany sekitar tahun 700-900 sebelum Mesehi.

Mengapa hikayat perang sabil begitu berpengaruh dalam membangkitkan semangat jihat perang orang Aceh melawan Belanda. Menurut telaahan, hikayat perang sabil yang ditulis Chik Pente Kulu ini terdiri dari empat bagian (cerita). Pertama, mengisahkan tentang Ainul Mardhiah, sosok bidadari dari syurga yang menanti jodohnya orang-orang syahid yang berperang di jalan Allah. Kedua, mengisahkan pahala syahid bagi orang-orang yang tewas dalam perang sabil. Ketiga, mengisahkan tentang Said Salamy, seorang Habsi berkulit hitam dan buruk rupa. Keempat, menceritakan tentang kisah Muda Belia yang sangat mempengaruhi jiwa para pemuda untuk berjihat di medan perang melawan kezaliman penjajahan Belanda.

Ada dua Versi pendapat tentang Tgk. Chik Pente Kulu dalam mengarang hikayat perang sabil ini. Sebagian mengatakan, hikayat perang sabil ini dikarang Chik Pante Kulu ketika beliau dalam perjalanan pulang dari Mekkah ke Aceh. Berarti hikayat perang sabil ditulis Chik Pante Kulu di atas kapal selama dalam pelayarannya dari Arab ke Aceh. Pendapat lain mengatakan, hikayat perang sabil ini ditulis Chik Pante Kulu adalah atas suruhan Tgk. Chik Abdul Wahab Tanoh Abee yang lebih dikenal Tgk. Chik Tanoh Abee.

Karena, pada waktu Tgk. Muhammad Saman Ditiro meminta izin pada Tgk. Chik Tanoh Abee untuk berperang melawan Belanda. Maka saat itu Tgk. Chik Tanoh Abee menanyakan pada Tgk. Chik Ditiro: “Soe yang muprang dan soe yang taprang?”. Chik Ditiro menjawab: “Yang muprang Muhammad Saman, yang taprang kafe Belanda”. Menurut hikayat marga tanoh abee, sekiranya waktu itu Chik Ditiro menjawab, yang muprang ureung Islam, yang taprang Belanda. Kemungkinan Tgk. Chik Tanoh Abee tidak merestui Chik Ditiro untuk berperang, karena kalau orang Islam yang berperang, karena di kalangan orang Islam sendiri masih banyak yang harus diperangi, yaitu orang-orang yang bukan Islam sejati.

Tetapi karena jawaban Tgk. Chik Ditiro: yang muprang Muhammad Saman dan yang taprang kafe Belanda, maka Tgk. Chik Tanoh Abee merestui Tgk. Chik Ditiro menggerakkan peperangan untuk melawan Belanda. Dalam mendukung gerakan perang ini Tgk. Chik Tanoh Abee mengarang khusus hikayat perang sabil dalam bahasa Arab untuk pimpinan-pimpinan perang. Sedangkan untuk lasykar perang hikayat perang sabilnya dikarang oleh Tgk. Chik Pante Kulu dalam huruf Jawi berhasa Aceh, yang kemudian hikayat perang sabil karangan Tgk. Chik Pante Kulu ini membawa pengaruh luar biasa dalam membangkitkan semangat jihad lasykar Aceh berperang melawan Belanda.

Salah satu bagian paling penting dari Hikayat Prang Sabi adalah pendahuluan atau mukadimah. Bagian yang juga berbentuk syair ini menunjukkan secara jelas tujuan ditulisnya Hikayat Prang Sabi, dalam hubungannya dengan perang melawan Belanda. Setelah diawali dengan puji-pujian kepada Allah pencipta semesta alam, syair-syair pada mukadimah berlanjut pada seruan untuk perang Sabil. Juga disebutkan satu pahala yang dapat diperoleh bagi mereka yang berjihad dalam perang Sabil (jalan Allah-Red). Salah satu pahala yang akan diterima mereka yang mati syahid dalam perang tersebut adalah akan bertemu dengan dara-dara dari surga ( Bidadari ).

HIKAYAT PRANG SABI
Salam alaikom walaikom teungku meutuah
Katrok neulangkah neulangkah neuwo bak kamoe
Amanah nabi...ya nabi hana meu ubah-meu ubah
Syuruga indah...ya Allah pahala prang sabi....
Ureueng syahid la syahid bek ta khun matee
Beuthat beutan lee...ya Allah nyawoung lam badan
Ban saree keunueng la keunueng senjata kafee la kafee
Keunan datang...ya Allah pemuda seudang...
Djimat kipah la kipah saboh bak jaroe
Jipreh judo woe ya Allah dalam prang sabi
Gugor disinan-disinan neuba u dalam-u dalam
Neupuduk sajan ya Allah ateuh kurusi...
Ija puteh la puteh geusampoh darah
Ija mirah...ya Allah geusampoh gaki
Rupa geuh puteh la puteh sang sang buleuen trang di awan
Wat tapandang...ya Allah seunang lam hatee...
Darah nyang ha-nyi nyang ha-nyi gadoh di badan
Geuganto le tuhan...ya Allah deungan kasturi
Di kamoe Aceh la Aceh darah peujuang-peujuang
Neubi beu mayang...ya Allah Aceh mulia...
Subhanallah wahdahu wabi hamdihi
Khalikul badri wa laili adza wa jalla
Ulon peujoe Poe sidroe Poe syukoe keu rabbi ya aini
Keu kamoe neubri beu suci Aceh mulia...
Tajak prang meusoh beureuntoh dum sitre nabi
Yang meu ungkhi ke rabbi keu poe yang esa
Soe nyang hantem prang chit malang ceulaka tubuh rugoe roh
Syuruga tan roeh rugoe roh bala neuraka...
Soe-soe nyang tem prang cit meunang meutuwah teuboh
Syuruga that roeh nyang leusoeh neubri keugata
Lindong gata sigala nyang muhajidin mursalin
Jeut-jeut mukim ikeulim Aceh mulia...
Nyang meubahagia seujahtera syahid dalam prang
Allah peulang dendayang budiadari
Oeh kasiwa-sirawa syahid dalam prang dan seunang
Dji peurap rijang peutamông syuruga tinggi...
Budiyadari meuriti di dong dji pandang
Di cut abang jak meucang dalam prang sabi
Oh ka judo teungku syahid dalam prang dan seunang
Dji peurap rijang peutamong syuruga tinggi...
Tidak mengherankan, Sehingga kemudian penyair Taufik Ismail mengabadikan kehebatan hikayat perang sabil karya Tgk. Chik Pante Kulu ini dalam sebuah syair panjangnya berjudul : “Teringat Hamba Pada Syuhada Kita Dihari Kemerdekaan, Musim Haji 1406 H”. Taufik bersyair:…
Nampakkah olehmu puisi itu?
Diserahkan kepada Teungku Chik Ditiro
Di sebuah desa di dekat Sigli
Dan puisi itu berubah menjadi sejuta Rencong...
Terdengarkah olehmu?
Merdunya Al Furqan dinyanyikan
Kemudian puisi perang sabi dibacakan
Yang mendidih darah memanggang udara
Menjelang setiap pasukan terlibat pertempuran
Mengibarkan Panji fi-sabilillah…
Hamba menulis puisi juga
Tapi betapa kurus puisi hamba
Kurang sikap ikhlas hamba
Banyak ria dan ingin tepuk tangan...
Apalah artinya dibandingkan puisi Perang sabi Muhammad Pante Kulu ...
Allah, berkahi penyair abad sembilan belas ini
Beri dia firdaus seluas langit bumi…
Begitu hebatnya Tgk. Chik Pante Kulu di mata penyair Taufik Ismail. Sampai-sampai Taufik menilai puisi-puisi yang ditulisnya selama ini belum memiliki arti apa-apa dibandingkan kebesaran syair hikayat perang sabil yang ditulis Tgk. Chik Pante Kulu. Ulama dan pujanggawan kelahiran 1836 M di Desa Pante Kulu, Kemukiman Titeue, Kota Bakti, Pidie ini, telah lama meninggalkan kita. Namun hikayat perang sabil yang ditinggalkan tetap hidup di jiwa orang yang memang Aceh sebagai hasil karya sastra terbesar yang diakui dunia pada zamannya.
TOLONG SEBARKAN SEBANYAK BANYAK NYA DEMI GENERASI SESUDAH KITA NANTI.

Kebangkitan PTPN I Melalui HUT PTPN Group Seluruh Karyawan Diminta Tetap Eksis

MOKI, Langsa-Aceh. PT Perkebunan Nusantara I seluruh karyawan yang diwakili oleh perwakilan dari setiap kebun dan pabrik serta seluruh karyawan kantor pusat merayakan kegiatan Hari Ulang Tahun PTPN. Yang dilaksanakan di Wisma Bina Warga PTPN setempat, Rabu (15/3/2017).

Acara tersebut diikuti oleh pejabat puncak PTPN I antara lain, Direktur Utama dan Direktur Operasional,
Direktur Komersil, Kepala Bagian Kantor Pusat, Manajer Kebun dan Pabrik, Direktur PT.CMN, Ketua beserta pengurus IKBI PTPN I, General Manejer Datim KSO PTPN I & PTPN III (Persero),

Pengurus SPBUN dan anak-anak yatim yang juga mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam rangkaian peringatan HUT PTPN  dimulai dari pemotongan nasi tumpeng yang diberikan kepada Manajer Kebun yang memiliki prestasi dalam peraihan produksi dari Januari s,d Maret 2017, antara lain Manajer Kebun Pulau Tiga, Manajer Kebun Baru dan Manajer Kebun Lama, pemberian satunan kepada anak yatim, donor darah serta melakukan anjang sana ke klinik dan rumah sakit Cut Meutia PT.CMN.

Dalam sambutan, Uri Mulyari, Direktur Utama PTPN I,  menyampaikan Tidak terasa PT Perkebunan Nusantara I sebagaimana juga PTPN lainnya diseluruh Indonesia saat ini genap berusia 21 Tahun, dimana pada hari ini kita peringati dengan sederhana. " Ujarnya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini mari kita sejenak melihat kebelakang diawal keberadaan Perkebunan Nusantara I, Khususnya PTPN I yang kita cinta ini. Bahwa usaha Perkebunan di Aceh sudah dimulai sejak lahirnya Perkebunan Milik Negara di Indonesia berdasarkan UU. NO. 86 Tahun 1958 Tentang Nasionalisasi Perusahaan- Pwrusahaan milik Belanda dan berdasarkan peraturan Pemerintah No 142 Tahun 1961 berdirilah Perusahaan Perkebunan Negara (PPN)."Kata dirut utama.

Kesatuan Aceh dimana secara bertahab berubah kembali menjadi PNP I sesuai dengan PP No. 14 tahun 1968 dan dengan memperhatikan tingkat kesehatannya maka PNP I dirubah menjadi PT Perkebunan I (PERSERO) sesuai Akta Notaris No I Tanggal 02 Mei 1981.

Lanjut Dirut pada tahun 1996 terbentuklah PT Perkebunan Nusantara I (PERSERO) dari hasil Konsolidasi BUMN berdasarkan PP No 6 Tahun 1996 yang dikukuhkan dengan Akta pendirian No. 34 tanggal 11 Maret 1996, dimana bergabungnya sejumlah 37 PT Perkebunan menjadi 14 Perusahaan Perkebunan yang disebut dengan PT Perkebunan Nusantara.

Pada bulan Maret tahun ini diperingati seluruh PTPN, di dalam PTPN I sendiri ikut bergabung PT Cot Girek Baru, PKS Cot Girek PTP IX dan PTP V yang berada di  Krueng Pase Aceh Utara, Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Pada tahun 2014, sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No 72 Tahun 2014, maka terbentuklah Holding Perkebunan dimana PTPN III menjadi Induk dari PTPN lainnya.

Lanjut Uri Mulyari, seraya menjelaskan, PTPN I Merupakan satu-satunya BUMN Perkebunan yang ada di Aceh, dimana banyak masyarakat bergantung sebagai tempat mencari nafkah/langan kerja.

Untuk itu kita harus terus bisa menjaga serta mempertahankan keberadaan PTPN I. Dengan semangat seluruh karyawan PT Perkebunan Nusantara I, kita masih tetap eksis sampai saat ini dan dengan semangat kebersamaan PTPN I berusaha keluar dari Krisis yang dialami.

Pada kesempatan HUT PTPN Group, Dirut PTPN I menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu yang hadir pada kesempatan ini, kami juga menyadari bahwa peran semua ibu-ibu sebagai istri sangat besar terhadap kinerja kami para suami untuk itu, kami mengharapkan terus dan peran dari para ibu-ibu sebagai istri mendorong para suami untuk tetap bekerja dengan sabar, tegar, dan penuh semangat dalam berbagai situasi.

Tahun 2016 telah kita lalui dengan berbagai romantika yang dihadapi, beberapa hal yang dapat manajemen catat dalam pencapaian kinerja yang baik pada PTPN I masih ditemui kendala-kendala antara lain pencapaian produksi dan Produktivitas yang relatif masih rendah yang disebabkan antara lain perlunya pelaksanaan pemeliharaan tanaman sesuai dengan Standar Perkebunan.

Oleh karenanya untuk tahun 2017 pelaksanaan pemupukan periode sebelumnya yang jauh dibawah Rekomendasi PPKS sehingga proses pembuahan tanaman menjadi terhambat. Manajegemen berupaya dan berkomitmen untuk menyediakan pupuk tersebut sesuai dengan kebutuhannya, walaupun kondisi kesiapan dana (keuangan) masih sangat berat hingga saat ini, namun manajemen yakin dengan segala upaya kita bersama serta dukungan holding kendala keuangan akan mendapat jalan keluarnya.

Sementara itu, manajemen mengharapkan partisipasi dan kerja keras para karyawan diseluruh lini untuk segera mengaplikasikan dengan baik serta mengoptimalkan penggunaan pupuk tersebut melalui program 5 T : tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu. tepat tempat, tepat cara.

Seiring dengan perubahan yang dijalankan oleh holding perkebunan dan mau tidak mau harus kita jalankan, dalam menjalankan kebijakan sehingga sebagian besar dari karyawan PTPN I harus menyesuaikan harapannya.

Namun manajemen yakin perubahan tersebut dibuat agar terbentuk suatu persamaan gerak dan langkah diseluruh kegiatan usaha PTP Nusantara I.

Perusahaan juga saat ini sedang melakukan Program Transpormasi yang meliputi peningkatan Produktivitas, Efisiensi Biaya, Restrukturisasi keuangan, Talent Pool dan pencanangan Implementasi enterprise resaurces planning-SAP (ERP-SAP) telah kita mulai dan jalankan yang kesemuanya bertujuan untuk kebaikan bagi perusahaan dan seluruh karyawan serta stakeholder lainnya.(Rusdi Hanafiah).

Teks Foto : Direktur Utama PTPN I, Uri Mulyari dan Direktur Operasional, Sayed Abdurrahman di acara HUT PTPN Group di Wisma Bina Warga PT Perkebunan Nusantara I, Rabu (15/3/2017).

Memprihatinkan, Sisi Gelap Kehidupan ABG di Aceh

Perilaku menyimpang di kalangan anak baru gede (ABG) hingga mahasiswa di Aceh kian mengkhawatirkan. Sebagian di antara mereka kini terjebak dalam pusaran pergaulan bebas, termasuk seks bebas dan pornografi. 
Memprihatinkan, Sisi Gelap Kehidupan ABG di Aceh
Seperti apakah sisi gelap kehidupan ABG dan mahasiswa di Aceh kini? Perilaku menyimpang di kalangan remaja Aceh berdasarkan hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengungkap, dari 40 siswa yang disurvei, ditemukan bahwa 90 persen di antaranya pernah mengakses film dan foto porno. 

Sebanyak 40 persen lainnya mengaku pernah menyentuh organ intim pasangannya. Fakta lebih mengagetkan, sebanyak lima dari 40 siswa mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah bersama pacar. 

Penelitian ini dilakukan di satu pesantren dan tiga SMU di Banda Aceh dan Aceh Besar. "Setiap sekolah kita ambil 10 siswa diacak dari kelas satu, dua, dan tiga, masing-masing responden punya perbedaan karakter," kata Agus Agandi, staf PKBI, beberapa waktu lalu.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan perilaku remaja di Aceh yang kian mengkhawatirkan, baik pola pergaulan maupun pergeseran moral.

Menurut pengakuan siswa, akses film porno mereka peroleh dari perangkat teknologi komunikasi seperti handpone dengan media internet maupun bertukar flashdisk sesama teman sebaya.

Agus menyebutkan, kondisi yang lebih menyedihkan justru terjadi terhadap siswa yang sudah memiliki pengalaman berhubungan seks di usia sekolah. Korban sebagian besarnya wanita.

Beberapa sekolah melaporkan ada siswi yang dropout menjelang Ujian Nasional (UN) karena kedapatan hamil. "Setiap akan menjelang Ujian Nasional, banyak siswi yang keluar dari sekolah karena ketahuan hamil. Ini terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar," ujarnya.

Seks bebas
Penelusuran di sebuah hotel berkelas di Banda Aceh menunjukkan, banyak remaja usia ABG dengan mudah mendapat akses masuk ke tempat-tempat khusus orang dewasa, seperti bar dan diskotik, yang dekat dengan narkoba dan kehidupan seks bebas.

Agus menyebutkan, meski ada fakta demikian, bukan sebuah tindakan bijak menyalahkan perilaku menyimpang remaja tersebut kepada mereka. Keluarga, lingkungan, dan institusi pendidikan menjadi faktor paling dominan membentuk perilaku mereka. 

"Siapa yang bisa menjamin kalau mereka tidak mengakses konten porno saat sendiri di kamar," ujar Agus.

Menurutnya, usia remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan. Pada masa ini, remaja tengah mencari jati dirinya. Pada masa ini pula, remaja mengalami apa yang disebut pubertas dan munculnya rasa ingin tahu, termasuk dalam hal mengeksploitasi dirinya secara seksual.

Bagi wanita yang dalam masa transisi menuju dewasa, persoalannya semakin kompleks. Hal ini terkait dengan mulai berkembangnya bagian-bagian tubuh yang sensitif hingga terjadi perubahan pada sistem reproduksi.

"Pada masa transisi ini, mereka perlu didampingi agar mendapat informasi yang benar, seperti halnya mengenalkan mereka fungsi alat-alat reproduksi agar mereka tidak salah memahaminya," ujar dia.

"Kasus hamil di luar nikah juga kerap menimpa wanita remaja di kampung-kampung. Sebagian besar mereka tertutup akses informasi, sementara mereka yang di kota sudah mengetahui cara yang aman berhubungan seks karena terbukanya akses informasi," ujarnya. 
Sumber : Serambi Indonesia

Budha Myanmar Ancam Akan Menyerang Aceh, Rakyat Aceh Siap Perang

Terkait ancaman dari tokoh Buddha radikal asal Myanmar Ashin Wirathu  terhadap Aceh akibat diterapkan hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh. Sejumlah masyarakat siap menerima tantangan sang radikal tersebut.
Budha Myanmar Ancam Akan Menyerang Aceh
"Pas sekali ancaman itu, karena kami dah lama menunggu perang dengan tokoh radikal yang membasmi muslim Rohingya itu, dan kami siap perang dengan mereka," tutur salah seorang di warkop Ulee Kareng Banda Aceh.

Bukan hanya dii sejumlah warung jadi perbincangan ancaman Tokoh Budha tersebut, bahkan di jejaring sosialpun menjadi heboh bahkan siap jihad para pemuda yang ada di Aceh untuk melawan Budhis tersebut. "Kami siap perang dengan mereka sampai darah penghabisan," tutur seorang pengguna medsos di Group GARAM.

Menurut para sumber, Rakyat yang diindentik dengan karakter militer jjangan sekali-kali memancing ancaman, karena tampa dijual rakyat Aceh siap untuk dibeli, dan Aceh dari dulu hobi dengan perang, apa lagi membela Islam, rakyat Aceh rela mati demi Agama.

Diberitakan sebelumnya, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka. “Tidak ada satu pun umat Buddha yang dianiaya kecuali kami akan membalasnya, ” tuturnya.
sumber: http://ift.tt/2m1qsbJ

Walikota Langsa Melakukan Sidak Semua Pelayanan Kesehatan di RSUD

Walikota Langsa, Usman Abdullah SE. Kelihatan bingung melihat kaca jendela (jealusi) dipenuhi bercikan cat tidak dibersihkan diruangan pasien RSUD setempat. Rabu (15/3/2017).
MOKI, Langsa-Aceh. Walikota Langsa Usman Abdullah SE melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak), di sejumlah ruangan dan ditemukan beberapa perbaikan yang harus dilakukan oleh Direktur RSUD setempat, seperti pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan terhadap pasien yang lebih baik oleh pihak pekerja kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

Kunjungan Walikota itu, membuat sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa, terlihat masing - masing petugas sibuk mengikuti blusukan Walikota sambil melakukan pengecekan seperti dtemukan di ruangan selanga pihak kepala ruangan masih menggunakan kursi tamu (sofa) ala zaman alias lapisan kursi yang digunakan sudah terkelupas  untuk digantikan dengan sofa baru di ruangan tersebut yang di dampingi Direktur Rumah Sakit Umum, dr Syarbaini M.Kes.

Para pekerja Rumah Sakit Umum sambil menerima arahan yang disarankan oleh Walikota Langsa, merupakan untuk perbaikan disana - sini yang ditemukan dalam kunjungan sidak tersebut agar lebih baik dilakukan untuk semua ruangan di RSUD milik pemerintah setempat" Pantauan Kabar Investigasi Rabu (15/3/2017).

Walikota, juga terlihat berang dihadapan kepala ruangan yang dinilai petugas RSUD masih membiarkan bercikan cat di mengotori pada jendela kaca di ruangan setahun, begitu juga harapan Walikota Langsa agar pihak RSUD mampu menata keindahan, yakni seperti tempat tidur (paramount bed) yang digunakan pasien kesannya masih jorok agar di cat kembali hingga terlihat bersih dan nyaman untuk dirasakan oleh semua masyaraka yang mengunjungi keluarga sudah terlihat indah dalam pandang mata. Karena pelayanan RSUD Langsa sudah berstandar Nasional" Kata Usman Abdullah

Salah seorang keluarga pasien, Suriadi (50) asal warga Sukarakyat, Kecamatan Langsa Lama yang sekarang ini menemani anak kandungnya bernama Rismaya (16) yang berharap kesembuhan oleh palayan RSUD Langsa, mengalami penyakit ginjal yang anaknya itu masih berstatus sebagai pelajar SMEA Negeri Langsa, diruangan Thalasemia RSUD setempat.

Media ini yang langsung ke RSUD Langsa, pada Minggu pagi, melihat langsung kesibukan PNS para medis mempersiapkan di beberapa ruangan dan melakukan pembersihan di lingkungan rumah sakit itu.

Dalam kunjungan kerja Walikota Langsa Usman Abdullah juga menjenguk salah satu keluarga pasien, Suriadi (50) asal warga Sukarakyat, Kecamatan Langsa Lama yang sekarang ini menemani anak kandungnya bernama Rismaya (16) mengalami penyakit ginjal yang berharap kesembuhan anaknya yang sebelumnya dirawat dirungan Picu selama 5 hari, sekarang anaknya sudah berada diruangan Thasamenia RSUD untuk perawatan lebih baik. (Rusdi Hanafiah).

Selasa, 14 Maret 2017

Secara Aklamasi Ilham Pangestu Terpilih Menjadi Ketua Partai Golkar Langsa

MOKI, Langsa-Aceh. Akhirnya Ilham Pangestu, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Langsa, melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke III Partai Golkar yang dilaksanakan, di Aula Hotel Harmoni Kota Langsa. Selasa (14/3/2017),

Ilham Pangestu adik kandung dari Faisal Amsco yang menjabat sebagai Korwil AMPG Aceh-Sumut, terpilihnya sebagai Ketua Partai Golkar Langsa merupakan langkah maju partai tersebut dalam melakukan transformasi gerakan serta regenerasi guna menghadapi berbagai tantangan politik kedepan.

Banyak kalangan politisi baik dari internal Partai Golkar Langsa, maupun partai lain meyakini dengan munculnya kepemimpinan baru Partai Golkar Langsa ini, mampu memberikan warna tersendiri dalam kancah politik di tingkat Kota Langsa.

Saat ini Ilham Pangestu tercatat dalam kepengurusan beberapa organisasi yaitu, MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Langsa, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Pengurus PSSI Langsa, Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Langsa, serta terlibat dalam berbagai kepengurusan organisasi lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Sementara kiprah politik ini dimulai saat dirinya masuk sebagai Pengurus Partai Gerindra Langsa. Dengan jabatan sebagai Wakil Ketua Partai Gerindra Langsa, Ilham Pangestu mulai memantapkan aksesnya dengan kalangan masyarakat terutama dengan rakyat kecil. Kemudian pada Pemilu Legislatif tahun 2014 lalu, melalui Partai Gerindra pula, Ilham Pangestu sukses terpilih sebagai anggota DPRK Langsa periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Kecamatan Langsa Kota.

Selama menjabat sebagai anggota DPRK Langsa, telah banyak berbuat yang terbaik bagi warga Langsa, terutama rakyat kecil.

Kini babak baru dalam dunia politik mulai dilakoni oleh Ilham Pangestu. Bahwa, sosok Ilham Pangestu telah menghipnotis partai lain untuk direkrut sebagai kadernya. Begitulah Ilham Pangestu untuk memimpin Partai Golkar Langsa ke depan.

Ilham Pangestu, sebelumnya menerima tawaran dari Golkar setelah terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai aspek, melalui Musda III Partai Golkar Langsa yang dihadiri oleh Ketua DPP AMPG Fadh A Rafiq, Korwil AMPG Aceh - Sumut Faisal Amsco, dan Ketua DPD Partai Golkar Aceh T.Nurlif, secara aklamasi mengantarkan Ilham Pangestu terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Langsa. Dengan tanggungjawab baru dan beban yang lebih berat ini, Ilham Pangestu bertekad akan menjalankan amanah Partai dengan baik dan benar.

Terkait dirinya di Partai Gerindra Langsa, Ilham Pangestu telah menandatangani surat pengunduran diri, baik mundur dari Partai Gerindra juga mundur sebagai anggota DPRK Langsa.(Rusdi Hanafiah).

Perpustakaan Nasional RI Berikan Anugerah Komponis Indonesia Kepada Ismail Marzuki

Penyerahan Anugerah Komponis Indonesia kepada ahli waris ISMAIL MARZUKI oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Bpk. Drs.  Muh. Syarif Bando, MM didampingi Bpk Jamal Mirdad anggota Komisi X DPR RI
MOKI, Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Ismail Marzuki? Sosok seniman, musisi dan pejuang yang telah berjuang untuk Indonesia melalui karya-karya musiknya membakar semangat perjuangan.

Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional yang  jatuh pada tanggal 9 maret, Perpustakaan Nasional  Republik Indonesia (Perpusnas) secara khusus memberikan Anugerah Komponis Indonesia kepada Ismail Marzuki.  Penyerahan disampaikan langsung oleh Kepala Perpusnas Drs. Muh. Syarif Bando, MM kepada perwakilan keluarga mendiang Ismail Marzuki di gedung Teater Perpusnas di Salemba, selasa 14 maret 2017.

Dalam kesempatan yang sama juga diserahterimakan sejumlah partitur lagu dari para musisi dan penyerahan piagam dan registrasi ISMN dari Perpusnas kepada Ismail Marzuki, Rinto Harahap, Benny Panjaitan, Yuliantoro, Otto Sidharta dan Dewan Kesenian Jakarta. Perpusnas menjadi salah satu lembaga pemerintah yang bertugas meregistrasi karya musik di Indonesia melalui pemberian nomor ISMN (International Standart Music Number).

Selain memberikan penghargaan komponis Indonesia, Perpusnas juga mengadakan Diskusi Musik bertemakan “Pelestarian Karya Musik Indonesia Melalui UU No.4 Tahun 1990 dan International Standart Music Number (ISMN)” bersama narasumber Kepala Perpusnas, pengamat musik Bens Leo, Jamal Mirdad mewakili Komisi X DPR RI dan Irawan Karsenoperwakilan dari Dewan Kesenian Jakarta.

Sebagai lembaga pemerintah non kementerian (LNPK) yang melaksanakan tugas pemerintah di bidang perpustakaan juga berfungsi sebagai perpustakaan deposit, dengan diterbitkannya UU No 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) yang mewajibkan bagi penerbit maupun pengusaha rekaman menyerahkan karya cetak maupun karya rekam (hasil terbitan/ rekaman) kepada Perpustakaan Nasioanal RI sebagai perpustakaan deposit.

Musik sebagai karya merupakan salah satu cerminan kebudayaan bangsa yang harus disimpan dan dilestarikan, untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya. Bahkan UNESCO mengeluarkan konvensi yaitu tentang kewajiban negara membantu arsip karya rekam musik. (IP-00-KPWIL BTN/JKT)

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi Sidak Renovasi Pembangunan Gudang Arsip

MOKI, SUKABUMI-Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi H. Sopyan Effendi melakukan sidak ke lokasi renovasi pembangunan gudang arsip, yang berada dibelakang Kantor Disdukcapil Jl. Raya Rambay No. 70 Sukamanah Cisaat Kota Sukabumi, Selasa, 14/3/2017.

Renovasi pembangunan gudang tersebut untuk menata tempat penyimpanan yang terlalu sempit dan sudah tidak memuat lagi arsip-arsip yang dimiliki oleh  Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi. Karena itu gudang arsip saat ini dalam tahap perbaiki. 

Renovasi pembangunan gudang arsip, selain untuk menata tempat penyimpanan arsip juga untuk mempersiapkan mengikuti perlombaan arsip tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kepada KabarInvestigasi Kepala Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi Sopyan Effendi mengatakan,"Renovasi pembangunan gudang arsip ini untuk menambah ruangan, karena tempat penyimpanan arsip terlalu sempit dan sudah tidak muat lagi. Kami melakukan sidak ketempat ini untuk melihat perkembangan sudah berapa persen renovasi pembengunan ini. Karena dalam waktu dekat kami juga ikut serta perlombaan arsip tingkat Provinsi Jawa Barat,"ujarnya.

Setelah melakukan sidak kelokasi renovasi pembangunan gudang arsip, Kepala Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi kembali ke tempat ruang kerjanya.

Anas Johan Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan UNSAM Langsa, Membantah Adanya Praktek Pencucian Nilai

MOKI, Langsa-Aceh. Menyikapi adanya issu dugaan praktek pencucian nilai, oleh oknum dekan dilingkungan fakultas hukum Universitas Samudra Langsa, yang sempat menjadi bahan perbincangan dikalangan mahasiswa menimbulkan berbagai spekulasi.

Pasalnya, ada seorang mahasiswa yang berinisial (i) diduga dan digadang-gadang tidak pernah mengikuti perkuliahan, namun dinyatakan lulus pada semua mata kuliah serta mengikuti sidang skripsi.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan perencanaan dan kerjasama Ir. Anas Johan MM. Yang dikutip awak media saat berada diruangan kerjanya, mengatakan, tidak benar seorang Alumni yang berinisial (I) tersebut tidak pernah mengikuti mata kuliah dan lulus semua mata kuliah serta mengikuti sidang skripsi, Selasa (14/3/2017).

Menurut Anas, dari hasil klarifikasi dan verifikasi yang dilakukan pihaknya menyatakan, seorang alumni yang berinisial (I) tersebut, pada masa sebelum Universitas Samudra di negerikan ia seorang mahasiswa yang berprestasi pada masanya dan ia juga pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Disebutkannya mahasiswa yang berinisial (I) tersebut adalah mahasiswa Konversi Nilai, menurutnya ada mata kuliah yang diikuti sebelumnya, sehingga ia tidak perlu lagi mengikuti mata kuliah lagi, karena ia sudah pernah mengikutinya. Meskipun mata kuliah tersebut saat ini tidak ada lagi, namun isi dari mata kuliah itu sama dengan mata kuliah saat ini.

Dari hasil penelusurannya, tidak ada mata kuliah yang tertinggal baik itu dari buku induknya maupun dari traskrip nilai yang dipelajarinya sejak 2014 dan 2015″ Pungkas Anas Johan.(Rusdi Hanafiah).