Tampilkan postingan dengan label XI Akuntansi 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI Akuntansi 1. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2016

Raditya Dika: Seorang blogger yang sukses

Disusun oleh : Sarah Widya Ningsih

1.    
  Dika Angkasa Putra Moerwani atau lebih dikenal dengan Raditya Dika lahir di Jakarta tanggal 28 Desember tahun 1984. Raditya Dika lahir dikeluarga berdarah batak dan bermarga Nasution. Ia mempunyai 4 orang adik yang salah satunya kembar.

2.      Pada masa kecilnya ia mengganti namanya pada saat ia duduk dibangku kelas 4 SD. Pada saat itu ia meminta izin kepada orang tuanya untuk mengganti namanya dari Dika Angkasa Putra Moerwani menjadi Raditya Dika.pergantian namanya tersebut tidak secara resmi bahkan akte kelahirannya masih tertulis nama asli Raditya Dika .

3.      Saat ujian kelulusan SD,ia diminta pihak sekolah untuk menulis namamnya pada lembar formulir sesuai dengan nama aslinya. Namun, ia menulisnya dengan nama Raditya Dika . hal tersebut membuat ijazah sd yang seharusnya tertulis nama aslinya menjadi Raditya Dika. Tidak hanya saat SD, bahkan pada saat masuk SMP ia menulisiskan namanya dengan nama mengikuti ijazah SD,bukan mengikuti nama akte kelahirannya. Ia pun terdaftar di SMP Tarakanita 1 dengan nama Raditya Dika . Sejak saat itulah namanya dalam kehidupan pendidikannya menjadi Raditya Dika. Ia juga kerap dipanggil oleh temanya dengan sebutan Radith. Tidak hanya ijazah, bahkan KTP, dan SIM pun menggunakan nama Raditya Dika.


4.      Dalam hal mengenyam pendidikan, Raditya Dika bersekolah di SMP Tarakanita 1. Lalu , meneruskan pendidikannya di SMU70 Bulungan. Kemudian Radith pindah ke Australia dan melanjutkan pendidikannya di university of Adelaide. Setelah selesai di Australia Radith kembali ke Jakarta dan meneruskan studinya di jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

5.      Karier Raditya Dika diawali keinginannya untuk membukukan catatan hariannya di blog pribadinya saat ia memenangkan Indonesian blog award . Dari pengalaman itu, ia mencetak tulisan-tulisannya di blog kemudian ia menawarkannya ke beberapa penerbit untuk dicetak sebagai buku. Awalnya banyak yang menolak, tapi kemudian ketika ia ke Gagasmedia, sebuah penerbit buku, naskah itu diterima.


6.      Raditya sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama. Ia tampil dengan genre baru yang segar , yaitu komedi. Yang membuat ia berbeda dengan penulis lain adalah ide nama binatang yang selaul ia pakai dalam setiap bukunya. Dari buku pertamanya, hingga yang terbaru, semua judulnya mengandung nama binatang . bagi Raditya Dika, itu adalah titik penjualannya.

7.      Karya pertama yang mengangkat namanya adalah buku yang berjudul Kambing Jantan : sebuah catatan harian pelajar bodoh pada tahun 2005. Buku ini menceritakan kehidupan Radith ketika masih berkuliah di Adelaide, Australia. Cerita yang dibawakan Radith adalah kisah-kisahnya sebagai pelajar Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Buku ini ditampilkan dalam format diary ( buku harian ). Seluruh cerita dalam karyanya tersebut berasal dari blog pribadi terdahulu milik Radith, www.kambingjantan.com, yang sekarang berubah menjadi www.radityadika.com . 


8.      Buku keduanya berjudul Cinta Brontosaurus, diterbitkan pada tahun 2006. Hampir sama dengan buku sebelumnya, cerita-cerita dalam buku ini berasal dari kehidupan sehari-hari Radith. Namun, buku kedua ini menggunakan format cerita pendek (cerpen) yang bercerita mengenai pengalaman cinta Radith yang sepertinya tidak selalu beruntung. Isi dari buku ini meliputi kisah dari sewaktu Radith mengirim surat cinta pertama ke teman saat SD, hingga pengalaman Radith memerhatikan kucing persianya yang jatuh cinta dengan kucing kampung tetangganya.

9.      Buku ketiganya yang berjudul Radikus Makankakus: bukan binatang biasa terbit pada tanggal 29 agustus 2007. Buku ketiga ini mengisahkan Radith yang menjadi badut Monas dalam sehari, mengajar bimbingan belajar, lalu saat Radith dikira hantu penunggu WC, sampai cerita mengenai kutukan orang NTB. Sementara, buku keempat berjudul Babi Ngesot: datang tak diundang pulang tak berkutang terbit pada bulan april 2008. Lalu radith pun mengeluarkan buku seterusnya yang berjudul Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon dan Koala Kumal.


10.  Selain mengeluarkan buku, ia juga bermain dalam film yang diangkat dari pengalaman hidupnya, Kambing Jantan: the movie. Pada pertengahan bulan November 2009, melauli situs resminya, Radith mengumumkan bahwa buku kelimanya yang berjudul Marmot Merah Jambu  akan segera terbit dengan jadwal edar Desember 2009. Namun pada pertengahan bulan Desember, Radith lewat situs resminya menyatakan bahwa buku kelimanya tersebut mengalami sedikit perubahan dan juga penambahan cerita pada beberapa bagian, sehingga kemungkinan besar penerbitan buku tersebur akan mundur beberapa waktu.

11.  Selama Radith berkarir ia telah mendapatkan berbagai macam penghargaan seperti Indonesian blog award, the online inspiring award 2009 dari indosat dan masih banyak lagi. Dibalik kesuksesannya menjadi penulis buku dan seorang blogger, Raditya Dika mengalami banyak permasalahan dalam berkarier. Salah satunya adalah, pada bulan-bulan pertama bukunya diluncurkan, bukunya tersebut kurang laku dipasaran. Ini adalah resiko masuk dalam genre baru. Radith kemudian gencar berpromosi di blog yang ia kelola. Selain itu ia juga gencar promosi dari mulut ke mulut. Radith meminta pembacanya untuk berfoto dengan buku pertamanya kemudian dikirim ke Radith. Jadilah ini sebuah strategi pemasaran yang bisa mengelola pembaca sebagai target pemasarannya.


12.  Menjadi penulis sukses bukan berarti tidak ada hambatan. Menurutnya, hambatan bukan hanya dari industri buku, melainkan juga dari hal-hal yang bersifat diagonal. Artinya, lawan dari industri buku lain yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali seperti dunia hiburan, makanan dan lain-lain. Bagi Radith hal ini memang sudah lazim, yang perlu dilakukan adalah terus berkreasi dan bertindak kreatif. Baginya, kompetisi yang ada adalah kunci untuk berinovasi. Tekanan kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan menggali kemampuan yang ada dalam diri.

13.  Raditya Dika adalah seorang yang pintar, selalu berfikir kreatif dan kritis terhadap kehidupannya. Radith juaga seorang yang pantang menyerah, dari bukunya yang kurang laku dipasaran, ia terus berusaha untuk mempromosikannya dari meninta pembelinya berfoto dengan bukunya, sampai promosi dari mulut ke mulut.

Rabu, 07 Desember 2016

Fatin Shidqia Lubis – Hijabku adalah Mahkota

Disusun oleh : Nabilah Amelia




1.    Fatin Shidqia Lubis dilahirkan pada tanggal 30 Juli 1996 di Jakarta, Indonesia. Nama Lubis adalah salah satu marga Batak yang merupakan keturunan dari Si Raja Borbor. Jika diartikan lengkap maka nama arti nama Fatin Shidqia Lubis adalah perempuan mengagumkan dan jujur dari Marga Lubis. Fatin sejak kecil sudah dididik oleh sang ibu berbicara bahasa Inggris. Tak heran jika ketika remaja, Fatin sangat fasih berbahasa Inggris.
2.    Fatin Shidqia Lubis merupakan putri sulung dari pasangan Bahari Lubis dan Nurseha. Ia memiliki dua adik kandung laki-laki bernama Fadhil Irsyad Lubis dan Fadly Naufal Lubis. Berada dalam lingkungan keluarga yang sederhana, ada seputar cerita menarik di balik kesuksesan Fatin sebagai penyanyi.
3.    Fatin Shidqia Lubis pernah bersekolah di SMAN 97 Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di London School of Public, Jakarta. Fatin memilih jurusan Performing Art Communication, karena menurutnya itu jurusan yang cocok dengan kariernya.
4.    Ketika mengetahui ada audisi ajang pencarian bakat yaitu X-Factor Indonesia, Fatin pun ditantang oleh temannya untuk mengikutinya. Sebenarnya saat itu Fatin tidak terlalu bersemangat namun sang teman terus saja mendorongnya. Karena telah didaftarkan oleh sang teman, Fatin pun mengikutinya.
5.    Saat itu, Fatin Shidqia Lubis masih duduk di bangku kelas 3 SMAN 97 Jakarta. Saat akan mengikuti audisi X-Factor, Fatin pernah meminjam uang kepada temannya sebesar Rp20.000 untuk ongkos perjalanan menuju tempat audisi di Jakarta.
6.    Pada hari audisinya, karena tak ingin ketahuan orang tuanya, Fatin pura-pura berangkat sekolah. Padahal ia berangkat ke audisi X-Factor. Baju yang dikenakannya pun baju seragam sekolah yang ditutupi jaket punya temannya. Fatin membolos dari sekolah. Ketika dirinya dipanggil ke ruang audisi oleh juri, semua juri terkejut melihat sesosok perempuan manis berkerudung yang mengenakan pakaian seragam sekolah dan tanpa make up. Namun, ketika Fatin mulai bernyanyi membawakan lagu dari Bruno Mars yang berjudul Grenade, semua dewan juri terpukau akan suara Fatin. Fatin Shidqia Lubis akhirnya memenangkan X-Factor Indonesia sesi pertama yang digelar hampir tiga bulan.
7.    Tahun 2013 dapat dikatakan sebagai tahun keberuntungan bagi Fatin Shidqia Lubis. Selain menjadi jawara X-Factor, ia juga berhasil menyabet gelar pribadi berkat talenta emas yang dimilikinya. Sebut saja penghargaan Rising Star of The Year pada ajang Yahoo! OMG Awards 2013. Selain pintar menyanyi Fatin pernah mengantongi gelar Dan I karate, juara III dalam lomba pidato bahasa Inggris di sekolahnya. Fatin Shidqia Lubis mengikuti rekaman dengan labels Sony Music Entertaiment Indonesia.
8.    Fatin tetap memilih mengenakan jilbab. Inilah yang seluruh penonton dan masyarakat kagum pada sosok Fatin Shidqia Lubis. Meski terbilang masih baru, Fatin Shidqia Lubis pun menjadi brand baru sebagai sosok muslimah yang mampu berprestasi.



DAFTAR PUSTAKA :

 (Diakses pada 4 Desember 2016)

Selasa, 06 Desember 2016

Asma Nadia : Penulis Muslimah Hebat Indonesia

Disusun oleh: Sindy Rukmayanti






  1. Asma Nadia lahir di Jakarta, 26 Maret 1972 adalah seorang penulis novel dan cerpen Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer Asma Nadia Publishing House.
  2. Asma Nadia merupakan anak kedua dari pasangan Amin Usman yang berasal dari Aceh dan Maria Eri Susanti yang merupakan mualaf keturunan Tionghoa dari Medan. Ia memiliki seorang kakak bernama Helvy Tiana Rosa, dan seorang adik bernama Aeron Tomino. Mereka bertiga menekuni minat mereka sebagai penulis. Ia menikah dengan Isa Alamsyah yang juga seorang penulis. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak yang bernama Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra. Anak mereka juga berminat menekuni karier sebagai penulis.
  3. Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, karena ia harus beristirahat karena penyakit yang dideritanya. Ia mempunyai obsesi untuk terus menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Di samping itu, dorongan dan semangat yang diberikan keluarga dan orang yang menyayanginya memotivasi untuk terus menulis.
  4. Asma Nadia memiliki pendirian yang sangat kuat, sabar dan lemah lembut ini berkeinginan utnuk terus menjadi penilis bahkan saat ia sedang sakit tetap semangat menulis. Selain dari semangatnya, semangat dan dorongan dari semua sahabat dan kerabat yang selalu menyayanginya juga selalu ia dapatkan. Asma selalu aktif mengirimkan karyanya ke majalah-majalah yang bernuansa Islam. Asma tidak hanya menulis cerita fiksi, ia juga aktif menulis lirik lagu dan lain-lain. Beberapa dari hasil karyanya dapat dijumpai di album Bestari I tahun 1996, Bestari II tahun 1997 serta Bestari III tahun 2003, Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Illahi dan Kaca Diri.
  5. Asma mulai merintis penerbitan sendiri dengan brand Asma Nadia Publishing House pada awal tahun 2009. Beberapa buku dari hasil karyanya yang telah diadaptasi menjadi film adalah Emak Ingin Naik Haji, Assalamualaikum Beijing dan Rumah Tanpa Jendela. Semua royalti yang di dapat ari buku Emak Ingin Naik Haji di sumbangkan bagi panti sosial dan kemanusiaan, terpenting untuk membantu mewujudkan impian umat Islam yang kurang mampu untuk menunaikan ibadah haji. Asma juga berprofesi sebagai penulis tetap dikolom resonansi di Republika setiap hari sabtu.
  6. Asma pernah menjadi salah satu dari 35 penulis dari 31 negara yang di undang sebagai penulis tamu dalam Iowa International Writing Program, selama di sana Asma sempat berbagi tentang Indonesia dan perjalanan kretifnya dalam menulis bersama pelajar dan mahasiswa serta kaum tua di Amerika Serikat. Bukan hanya memenuhi undangan membaca cerpen yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, karya dari Asma Nadia juga terpilih untuk di tampilkan dalam adaptasi pentas teater yang di selenggarakan di lowa, Asma juga berkolaborasi dengan aktor tunarungu Amerika Serikat di pementasan yang di selenggarakan di State Departement, Washington DC.
  7. Asma juga menggemari fotografi dan telah mengunjungi 59 negara serta 290 kota di dunia. Melalui yayasnnya ia merintis Rumah Baca Asma Nadia yang telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Rumah baca yang sederhana beberapa diantaranya memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak-anak yatimsecara gratis untuk dapat membaca dan melakukan aktifitas bagi anak-anak remaja kurang mampu. Sampai sekarang sudah ada 140 perpustakaan yang telah di kelola bersama relawan untuk kaun yang kurang beruntung dan tidak mampu.
  8. Selain menulis cerita fiksi, ia juga aktif menulis lirik lagu. Sebagian lirik lagunya terdapat di album Bestari I (1996), Bestari II (1997), dan Bestari III (2003), Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Ilahi, dan Kaca Diri. Ia pernah mengikuti Pertemuan Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam, bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Dari hasil kegiatan kepenulisan Mastera, ia menghasilkan novel yang berjudul Derai Sunyi. Sebagai anggota ICMI, Asma Nadia juga pernah diundang untuk mengisi acara bengkel kerja kepenulisan yang diadakan ICMI, orsat Kairo. Kesibukannya selain sebagai penulis fiksi, ia memimpin Forum Lingkar Pena, sebuah forum kepenulisan bagi penulis muda yang anggotanya hampir ada di seluruh provinsi di Indonesia. Asma juga sering menjadi pemandu acara pada acara yang bernuansa keislaman. Kini, Asma juga aktif dengan pekerjaannya sebagai direktur Yayasan Prakasa Insan Mandiri (Prima). Ia juga sibuk mengadakan berbagai paket kegiatan anak melalui prime kids dan memberi kursus bahasa Inggris.






Daftar Pustakahttp://www.profillengkap.com/profil-dan-biografi-asma-nadia-si/ (Posted on January 4,2016)
http://id.m.wikipedia.org/wiki/asma_nadia (Posted on Ocktober 31,2016)

Minggu, 04 Desember 2016

Pandji : si penghibur dunia

Disusun oleh: Sindi suhardiyanti



1.    Pandji pragiwaksono lahir di Singapura pada 18 Juli 1979. Pandji Pragiwaksono adalah nama yang dibawanya sejak lahir hingga saat ini. lahir 34 tahun di Singapura, dia merupakan anak kedua dari pasangan Koes Pratomo Wongsoyudo dan Siti Khadijah Hasni. Masa kecilnya adalah sering pindah-pindah rumah. Ayahnya bekerja di sebuah perusahaan Minyak Internasional, sehingga ayahnya harus berpindah tempat tugas dan Pandji harus mengikutinya.waktu kecil Pandji terbilang memiliki kemampuan konsentrasi yang rendah atau bisa dibilang attentin deficit disorder.

2.    Ayahnya adalah seorang Insinyur Listrik, orangnya pintar banget. Begitu lulus SMA, beliau mendapat beasiswa di dua Universitas Negeri ternama, ITB dan UGM. Sementara ibunya sangat kuat di Perbankan. Beliau lahir dan besar di Palembang, bersekolah SMA di Medan dan kuliah di Sastra UI. Sejak SD orang tua nya telah bercerai dan berpisah. Setelah orang tua nya bercerai dan berpisah, Pandji memilih untuk tinggal bersama ibunya di rumah yang kecil dan serba kekurangan. Namun ayahnya tetap mengirimkan uang pendidikan untuk Pandji. Pandji menikah dengan Gamila Mustika Burhan sejak tahun 2006 dan dikaruniai seorang anak yang bernama Wadilla Dipo Wongsoyudo.

3.    Pandji melewati masa SD nya di SD Triguna Jakarta, dan kemudian pendidikannya dilanjutkan dengan masuk SMP Negeri 29  Jakarta, dimana pada zamannya tawuran, ngobat, segala macam. Tapi, Pandji tidak pernah terpengaruh. Setelah lulus SMP Pandji melanjutkan pendidikannya di SMA Kolase/Sekolah Katolik.

4.    Dalam perjalanan karirnya, Pandji mengakui Gamila dan Dipo anaknya adalah pendukung yang sangat hebat. Bagi Pandji kepercayaan dan dukungan yang diberikan Gamila dan anaknya membuat dia selalu ingin berusaha memberi yang terbaik

5.    Pandji Pragiwaksono memulai kariernya sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung sejak tahun 2001 sampai 2003. Kemudian ia pindah ke Jakarta dan menjadi Penyiar Hard Rock Jakarta selama tiga tahun bersama Steny Agustaf. Saat itu, Pandji Pragiwaksono merupakan Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Design ITB angkatan 1997. Pandji Pragiwaksono mulai menjadi presenter acara televisi lantaran kemampuannya dalam membawakan program di radio. Pandji merupakan penyanyi bergenre rap dengan lirik-lirik lagu bernada nasionalisme. Melalui lagu-lagunya, Pandji mengajak pemuda-pemudi indonesia untuk dapat lebih melihat kepada negeri ini yang kaya raya.

6.    Pandji adalah salah satu inisiator untuk mengadakan ajang Stand up Comedy (SUCI) di kompas TV. Tak hanya itu, Pandji juga merupakan seorang aktor yang telah membintangi sejumlah film baik bergenre komedi, romantis, maupun nasionalis. Pandji memiliki satu album lagu yang salah satu nya single lagunya adalah provocative proactiv yang dirilis pada tahun 2008, you’ll never know when Someone Comes In and Press Play On Your Paused Life pada tahun 2009, album 32 tahun 2012, pemanasan tahun 2015. Album berisikan dua belas lagu itu merupakan hasil obsesi karyanya yang menurut nya tidak memperhitungkan untung maupun rugi. Bahkan setengah dari tiap pembelian CD akan disumbangkan kepada anak-anak yang menderita kanker melalui C3 atau Community for children with Cancer.

7.    Selain itu, ia juga pernah membintangi beberapa film yang salah satunya adalah Make Money pada tahun 2013, Comic 8, Marmut Merah Jambu, Dibalik 98, Youtubers. Disamping itu ia juga pernah menjadi bintang iklan-iklan di TV antara lain adalah iklah Indosat Mentari, Listerine, Sambal sasa Extra Pedas. Karya tulis yang dimilikinya antara lain adalah merdeka dalam bercanda, Nasional.is.me, How I Sold 1000 CDs in 30 Days, Menghargai gratisan, Merdeka Dalam Bercanda, Berani Mengubah.

8.    Pandji pragiwaksono meraih penghargaan sebagai toko muda pro HAM. Kontras menilai Pandji mengajak kaum muda untuk sadar dan peduli akan masalah bangsa, tidak hanya dari segi pelanggaran HAM saja, namun juga lainnya, melalui aksi panggung stand up comedy, lagu, serta tulisannya baik buku dan web-nya.

9.    Pandji sebagai seorang stand up comedian, rapper, penyiar, pelawak tunggal, presenter, aktor, penulis yang memiliki jiwa nasionalisme dan sikap yang optimis dalam berjuang. Di setiap materi yang dia bawakan, selalu menyadarkan kita semua yang menontonnya. Memberi kita wawasan baru atas hal-hal yang sebenarnya udah kita tau, tapi disenggol lagi sama dia dan menimbulkan efek “oh iya ya”. Jiwa nasionalismenya terlihat dari beberapa lagunya yang dirilis dan penghargaan yang telah didapatnya sebagai tokoh muda pro HAM. Ia juga salah satu Komedian yang sangat memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya.



Sumber :




waktu akses : 20 november 2016